Ketua Hakim PN Batam Tidak Percaya Terdakwa Rian Ajmoko Pakai Sabu Seminggu Sekali

118
WartaKepri - Sidang Online Kasus Narkotika Rian Ajmoko

WartaKepri.co.id, Batam – Sidang online (Teleconfrens) perkara narkotika, Rian Ajmoko bin Misdi dimana diketahui terdakwa membawa atau membeli satu bungkus narkotika jenis serbuk Kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastic transparan. Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Cristo, dengan hakim anggota Egi dan Marta.

Adapun kronologi terhadap terdakwa Rian Ajmoko pada saat persidangan diketahui kronologinya 27 Februari 2020 saksi penangkap dari Polresta Barelang mendapat informasi dari masyarakat mengenai aktivitas didaerah Ruko Pasar Pelita kecamatan Lubuk baja sering terjadi tindak pidana narkotika. Selanjutnya saksi penangkap dari Polresta Barelang masing – masing bernama saksi Ronald Boy Sihotang, saksi Tri Asmara, saksi Junaidi Hunawan, SH, dan saksi David Iwan Panjiwinata melakukan penyelidikan.

Selanjutnya berdasarkan informasi tersebut pada hari Rabu tanggal 01 Januari 2020 sekira pukul 10.00 wib saksi penangkap dari Polresta Barelang melihat ada seseorang yang mencurigakan pada Parkiran Ruko Pasar Pelita Blok A. No.05 Kecamatan Lubuk Baja – Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau.

Bahwa selanjutnya saksi penangkap dari Polresta Barelang melakukan penggeledahan dari terdakwa, dan ditemukan barang bukti berupa 1 (satu) bungkus narkotika jenis serbuk Kristal diduga sabu yang dibungkus dengan plastic transparan dan satu unit sepeda motor Honda beat warna putih dengan nomor pol. BP 2729 QH dari saudara Rian.

Adapun berat bungkusan narkotika 0,45 gram.

Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Saat ditanya terdakwa pekerjaan sebagai apa oleh Majelis Hakim.

” Saya bekerja sebagai ojek online,” ucap terdakwa,

Diterangkannya, ia gunakan untuk  saat bermain futsal dan kebetulan hari itu dirinya kurang enak badan.

Ketua Hakim Cristo juga menyakan dengan pekerjaan sebagai ojek apakah bisa untuk membeli sabu.

” Saya belinya pas ada uang lebih saja yang mulia,” tuturnya.

Dari penjelasan terdakwa hakim tidak yakin karena setaunya bila pemakai itu biasanya dalam seminggu bisa 4 kali tapi. Pengakuan terdakwa dalam seminggu sekali. (Adit)

Komentar Anda

BBK MURAH FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI