Tepung Tawar KAL Pelawan, Danlanal Karimun Pastikan Penyelundup tak Bisa Bersembunyi

461

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sejumlah prajurit TNI AL Tanjungbalai Karimun dengan sigap berbaris saat upacara peresmian sekaligus syukuran, Kapal Angkatan Laut (KAL) Pelawan, dengan menggunakan tradisi adat Melayu tepung tawar, Kamis (2/7/2020).

Pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan pada Dermaga Mako Lanal TBK, turut serta dihadiri oleh  Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Karimun, beserta tokoh adat sekaligus ketua Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Kabupaten Karimun, Abu Samah Haji Arab.

Seusai melaksanakan prosesi sakral tepung tawar, Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Mandri Kartono menjelaskan bahwa, Kapal Angkatan Laut (KAL) Pelawan ini tidak terlepas dari satuan tugas yang ada di Karimun, sehingga menjadi satu-kesatuan keluarga besar.

“Dengan sinergitas dari seluruh instansi terkait lainnya, sekaligus dukungan dari Pemerintah Daerah, sehingga dapat mengoperasikan KAL Pelawan ini,” terangnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Pengambilan nama “Pelawan” sendiri, ungkapnya diambil dari salah satu nama pantai yang terdapat di wilayah Bumi Berazam. Dimana pantai ini memiliki wilayah yang sangat strategis yang berada diwilayah barat. 

“Wilayah barat ini jarang di cover oleh unsur-unsur patroli, sehingga hal itulah yang menjadi inspirasi dan atensi Kapal Angkatan laut ini menjadi KAL Pelawan,” ujarnya.

Kata Mandri, dengan spesifikasi kapal panjang 28,8 meter, dengan kecepatan maksimal hingga mencapai 30 knot, tentu saja kehadiran KAL Pelawan tersebut akan menambah kekuatan TNI Angkatan laut TBK, untuk selalu melaksanakan patroli.

“Dimana hal ini tentunya sudah dilaksanakan secara rutin oleh unsur-unsur KRI satuan Komando Armada RI Wilayah Barat (Koarmabar) 1, serta Gugus Keamanan Laut (Guskamla), sehingga KAL Pelawan ini akan menambah kekuatan patroli di wilayah perbatasan,” imbuhnya.

Mandri juga menegaskan untuk para pelaku kegiatan ilegal di laut, menyampaikan “Anda dapat berlari namun anda tidak dapat bersembunyi”.

“You can run but you can’t hide,” tegasnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan ucapan selamat dan tahniah atas beroperasinya kapal patroli KAL Pelawan milik TNI AL.

“Tentunya atas nama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Karimun, kami mengucapkan selamat dan terimakasih, karena wilayah kita merupakan daerah terdepan dan perbatasan,” sebut Rafiq.

Sehingga, ungkapnya sangat rentan terhadap tindak kejahatan-kejahatan dilaut, baik itu perdagangan manusia, maupun barang-barang ilegal, narkotika, masalah pekerja imigran Indonesia, serta penyelundupan lainnya. Sehingga mampu menciptakan situasi yang aman dan kondusif diwilayah perairan Karimun.

“Tentunya dengan adanya kapal patroli KAL Pelawan tersebut, yang lebih baik dan lebih besar ini akan membantu kapal-kapal perang atau KRI yang selama ini juga sudah rutin melakukan pengamanan, didaerah perbatasan. 

Dengan personil 15 orang, KAL Pelawan pada haluan kapal memiliki meriam dengan kaliber berukuran 20 mm, serta pada bagian buritan terdapat dua meriam berukuran 12,7 mm pada anjungan kanan dan kiri, hal ini tentunya di luar senjata ringan berupa laras panjang, mampu mengamankan perairan yang menjadi basis jalur para penyelundup.(*)

Reporter : Aziz Maulana.

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO