Tiga Kampung Tua Kantongi Legalitas, 34 Kampung Tua Lagi di Batam Terus Perjuangan

1182
Amsar Ahmad Wakil Walikota Batam
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Wakil Walikota Batam H Amsakar Achmad menghadiri Rapat Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Batam, serta pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam 2020-2040. Salah satunya soal kampung tua.

Persoalan masalah kampung tua, rasanya tak pernah jauh dari semangat perjuangan yang melelahkan. Waktu boleh berganti, tapi niat suci agar kampung tua itu lestari hingga anak cucu penerus generasi, tentu tak boleh berhenti. Terlebih lagi, perjuangan ini sarat dengan nilai-nilai sosial & budaya, menjunjung marwah sekaligus menegakkan harga diri.

“Ya, eksistensi kampung tua memang tak boleh hanya sebatas de facto, tapi mesti diakui secara de jure. Dan itulah yang sedang & terus diperjuangkan oleh saudara-saudara kita warga kampung tua, bersama pemimpin daerah ini,”kata Amsakar Achmad, Jumat (10/7/2020) di Gedung Serba Guna DPRD Batam.

Menurut Amsakar, sejauh ini, dari 37 titik kampung tua yang ditetapkan di Batam, sudah 3 kampung tua yang mengantongi legalitas sah dari negara. Wujudnya, berupa sertifikat tanah. Namun, masih ada 34 kampung tua lainnnya yang menunggu legalitas serupa.

Info untuk sahabat CPP, luas keseluruhan kampung tua di Kota Batam disepakati 1.005,66 hektare. Dalam proses penyelesaian legalitasnya, kampung tua dikategorikan menjadi 4 kelompok.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

“Kelompok 1, terdapat 3 titik lokasi kampung tua yg sudah clear & clean. Artinya, kampung itu tidak berada di kawasan hutan, tidak termasuk dalam sertifikat HPL BP Batam & tidak dialokasikan oleh BP Batam (PL). Tiga kampung tua dgn luas 55,22 hektare tersebut yakni Tanjung Riau, Sungai Binti, & Tanjung Gundap,”terangnya.

Kemudian, kelompok kedua, terdapat 17 titik kampung tua yg berada di dalam sertifikat HPL BP Batam seluas 115,26 hektare. Selanjutnya, kelompok tiga, terdapat 170 pengalokasian yang telah diterbitkan PL oleh BP Batam di 29 titik kampung tua seluas 360,19 hektare.

Dan Kelompok empat, terdapat 7 titik kampung tua yg berada dalam kawasan hutan atau Dampak Penting dg Cakupan Luas & Strategis (DPCLS) berdasarkan SK Menteri Lingkungan Hidup & Kehutanan seluas 29,31 hektare. Utk melihat datanya, saya sematkan dalam foto.

“Penyelesaian ini tentu menjadi tekad kita bersama. Pak Wali terus menginstruksikan agar persoalan kampung tua ini segera selesai, alhamdulillah Desember lalu sudah ada penyerahan sertifikat kampung tua yang sudah clear and clean,”papar dia.

Penyerahan sertifikat itu menjadi tanda perjuangan kita tak sia-sia. Ini bagian dari sejarah perjuangan semua pihak.

Paat saat itu, bertempat di Aula Utama Universitas Batam, Jumat, 20 Desember 2019, Menteri ATR/Kepala BPN Sofyan Djalil bersama Pak Wali, berkesempatan menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) kepada 3 masyarakat kampung tua yg telah clear hingga clean yakni Tanjung Riau, Tanjung Gundap dan Sei Binti melalui program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). Sehingga masyarakat di 3 kampung tua tersebut dinyatakan berhak utk mendapatkan kepastian hukum atas hak tanah yang dikuasai.

Tidak hanya itu, Awal tahun ini, tim juga sudah melakukan pengukuran persil bidang tanah di 4 titik kampung tua lain di Kota Batam, yaitu Kampung Tua Telaga Punggur, Kecamatan Nongsa dengan luas 8,68 Ha, terdiri dari 113 bidang. Kemudian, Kampung Tua Tiangwangkang, Kecamatan Sagulung seluas 7,15 Ha dg jumlah bidang sebanyak 62. Seterusnya, Tanjung Piayu Laut, Kecamatan Sei Beduk seluas: 16,77 Ha dg jumlah bidangnya 148. Sedangkan Kampung Tua Nongsa Pantai, Kecamatan Nongsa seluas 22,97 Ha dg 212 jumlah bidang.

Kedepan, perjuangan kita jangan sampai terhenti. Kami tentu butuh dukungan dari masyarakat agar niat, tekad kita ini bisa terus diperjuangkan hingga segera menuai hasil yg diharapkan. Karena sekali lagi, memperjuangkan kampung tua tak ubahnya ikhtiar utk mengangkat harkat sekaligus menjunjung marwah masyarakat.

Doakan dan dukung kami agar tetap semangat serta memiliki spirit utk menjaga harga diri Batam hingga memperjuangkan hak warganya. Dengan bersama, semua kerja menjadi bisa, semua tiada menjadi ada, & semua mimpi menjadi pasti. Dengan bersama pula, setiap persoalan dapat diselesaikan.(*)

Kiriman : Taufik Chan

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN