Bupati Aunur Rafiq Datang Untuk “Obati” Kepedihan Hidup Keluarga Ibu Adea di Sei Lakam Karimun

286
Bupati Aunur Rafiq Datang Untuk "Obati" Kepedihan Hidup Keluarga Ibu Adea di Sei Lakam Karimun

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Karimun, Dr. H. Aunur Rafiq, S. Sos, M. Si. mengunjungi dan melihat langsung Kondisi Ibu Adea Fitri dikediamannya di daerah Pelipit Kelurahan Sungai Lakam Kecamatan Karimun. Minggu (2/8/2020 ). Ibu Adea Fitri (41) adalah salah satu Keluarga miskin dan memilki 6 orang anak.

Suaminya sekarang masih dipenjara sejak 3 Juli 2020 dan anak sulung Ibu Adea Fitria pun menjadi Korban rudakpaksa yang terjadi pada bulan Juli 2020 juga. Kini putri sulungnya menjalani pemulihan Pasca trauma di salah satu bimbingan konseling Binaan Kementrian Sosial di Karimun.

Begitu juga anak ke-5 nya, seorang bocah usia 3 Tahun telah meninggal Dunia beberapa waktu yang lalu akibat menderita penyakit paru – paru dan sempat dirawat di RSUD M. Sani.

Dalam arahan Bupati Karimun sewaktu mengunjungi Ibu Adea Fitri, bahwa Kita sekarang melihat langsung kerumah Ibu Adea Fitri yang salah satu anaknya menjadi Korban sebagaimana pemberitaan di Media online Surya Kepri. Jadi setelah Kita turun dan Saya juga membawa Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Camat Karimun, Lurah Sungai Lakam Timur, RW/RT dan juga dari Babinsa kemudian Tim Konseling dari Kementrian Sosial, dari Provinsi.

Kita ingin melihat permasalahan secara detail dan apakah Keluarga Ibu Adea Fitria memang belum pernah mendapatkan bantuan apapun sebelumnya.

Dan Alhamdulillah mereka sudah dapat tertangani sebenarnya dari Ibu – Ibu TP2 yang menangani Permasalahan – Permasalahan kekerasan terhadap anak, tindakan – tindakan kepada anak dan cuma belum terkordinasi dengan baik aja. Tapi pada intinya sudah tertangangi, karena yang pertama masalah Kasus pencabulan terhadap anak Ibu Adea Fitri tersebut sudah ditangani oleh pihak Kepolisian kemudian berkaitan dengan masalah kejiwaannya juga sudah dikonsultasikan dengan Rumah Sakit Kita begitu juga dengan Dokter jiwa dan juga Dokter Psikolog.

“Kemudian Permasalahan anaknya yang putus Sekolah juga Saya akan membantu memasukkan anak nya kembali kesekolah dan Saya akan memberikan bantuan untuk memberikan Perlengkapan-Perlengkapan Sekolah dan Saya minta Dinas Pendidikan untuk memantau agar anak – anaknya tidak lagi sampai putus Sekolah,” ujar Bupati Karimun.

Bupati Karimun Juga mengatakan, bahwa Kita juga melihat Kondisi rumah dari Ibu Adea Fitria. Saya minta agar Lurah tidak memasukkan satu Rumah saja tapi juga melihat beberapa Rumah disekitar sini yang bisa dibantu untuk dimasukkan ke dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari Kementrian Perumahan dan Pemukiman.

“Kemudian Saya berpesan tadi kepada Lurah agar Ibu Adea Fitria ini dapat dipekerjakan sebagai pekerja Kebersihan yang inshaallah akan Saya berikan Gajinya Sebagai Petugas Kebersihan yang bertugas sebagai penyapu jalan dan ini Saya harapkan bisa menjadi suatu penghasilan tetap setiap bulannya nanti bagi Ibu Adea Fitria,” ucap Bupati Karimun lagi.

Bupati Karimun juga mengatakan, dari Kementrian Sosial, mereka juga sudah diusulkan untuk program BPNT, kemudian program PKH juga mereka sudah dapat. Untuk bantuan Sembako-sembako dari program Pemerintah mereka juga sudah diberikan melalui RT. Jadi ada Hal – hal yang sudah tertangangi tinggal Kita melengkapi apa-apa yang perlu Kita lakukan lagi.

“Ini suatu pembelajaran bagi Kita agar Persoalan-persoalan seperti ini yang ada di Kabupaten Karimun tidak terulang lagi.

Kita berharap dari teman – teman media yang informasinya mungkin dari petugas dilapangan dapat berkomunikasi dengan Kita sehingga Kita dapat menindak lanjutinya dengan cepat.

“Saya juga berterimakasih tentunya kepada media online Surya Kepri Khususnya dari sumber Ibu-Ibu Kementrian Sosial yang menginformasi kan hal ini sehingga Saya dapat turun langsung untuk melakukan langkah – langkah yang lebih lagi terhadap kasus yang dialami oleh Ibu Adea Fitria ini,” ucap Bupati Karimun mengakhiri.(*/r/komhumas)

Kiriman : Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PKPONLINE PKP DREAMLAND