Selain Covid-19, Bupati Bintan Apri Sujadi Minta Masyarakat Waspadai Penyakit DBD

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Bupati Bintan Apri Sujadi menghimbau kepada masyarakat bahwa selain tetap waspada terhadap penyebaran Covid-19, ia juga meminta agar dapat mewaspadai terhadap penyakit menular lainnya seperti demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, ia juga mengajak semua warga masyarakat untuk dapat lebih giat melakukan bersih-bersih lingkungan serta bekerjasama dalam mengantisipasi dan mencegah hal itu semua.

“Kami meminta masyarakat untuk membudayakan perilaku hidup sehat dan bersih, selain waspada terhadap penyebaran Covid-19, hal terpenting lainnya juga kita bisa waspada dan mencegah menyebarnya penyakit DBD dilingkungan kita”, ujarnya saat di Desa Tembeling, Minggu (30/8) sore.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan dr Gama AF Isnaeni mengungkapkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan saat ini tidak hanya fokus dalam penanganan Covid-19 untuk masalah kesehatan, namun juga penyakit demam menular lainnya seperti demam berdarah yang juga perlu diperhatikan.

“Tetap waspada, tetap menerapkan protokol kesehatan”, tegasnya.

Menurutnya untuk kasus Covid-19, saat ini terjadi penambahan 14 kasus baru sehingga jumlah kasus covid-19 di Bintan menjadi 57 kasus. Kasus baru tersebut, berasal dari berbagai kluster, antara lain kluster RSUD Bintan yang ada tiga orang dokter internsip yang tertular covid-19. Menurutnya juga, bahwa tidak semua kasus baru merupakan warga Bintan melainkan, ada yang warga Tanjungpinang.

“Ini karena mereka warga Tanjungpinang itu, menjalani pemeriksaan swabnya di Bintan. Jadi dari penambahan kasus baru itu ; 7 orang Bintan, selebihnya warga Tanjungpinang,” jelasnya.

Dikatakannya juga selain waspada terhadap kasus Covid-19. Ia juga menghimbau agar masyarakat dapat mewaspadai penyakit demam berdarah. Hal ini menurutnya secara global melihat situasi keadaan cuaca, selain ancaman Covid-19, Indonesia juga terancam penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD.

“Saatnya kita lebih meningkatkan budaya bersih-bersih serta pemberantasan sarang nyamuk dengan menutup, menguras dan mengubur semua tempat yang menjadi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti. Ini upaya pencegahan yang paling tepat dimana saat ini kita mulai produktif kembali, maka, mari perhatikan saluran air, tempat nyamuk bertelur, dan tempat-tempat dengan reservoir air lainnya”, tutupnya.(*/adv)

Editor : Dedy Suwadha

FANINDO

Honda Capella