Nelayan Anambas Kembali Geram Terhadap Kapal Cantrang, Inilah Dilakukan DP3 dan HNSI

1217
WartaKepri - Nelayan Anambas Geram Terhadap Kapal Cantran Beroperasi, ditenangkan pihak keamanan

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Laut Anambas belum Kondusif dari permasalahan Kapal Cantrang yang di anggap meresahkan para Nelayan Anambas, hal tersebut di sampaikan oleh Nelayan pada Aksi Unjuk Rasa di depan gedung DPRD Anambas pada 3 September yang lalu, hal tersebut terjadi pada 4 September 2020 malam hari, telah terjadi sekelompok warga Nelayan Desa Nyamuk Kecamatan Siantan Timur melihat adanya Kapal Cantrang beroprasi di wilayah mereka yang mana Pemerintah Daerah dan DPRD Anambas telah sepakat untuk mengusir Kapal kapal Pukat Mayang, Kapal Cantrang, dan Kapal Ikan Asing (KIA) dari laut Anambas.

Effi Sjuhairi Kepala Dinas Perikanan Pertanian dan Pangan (DP3) Kabupaten Kepulauan Anambas membenarkan adanya tindakan warga nelayan Kecamatan Siantan Timur yang hendak mau main hakim sendiri lantaran melihat kapal Cantrang beroprasi di wilayah mereka.

“Ia benar tadi malam kami turun bersama anggota Lanal Tarempa, anggota Polres Kepulauan Anambas, Anggota Satpol-PP PP, HNSI Anambas, dan saya sendiri juga ikut ke lokasi untuk menenangkan masa yang di duga akan melakukan hal hal yang di luar kendali kita, setibanya di lokasi kami langsung memberikan himbauan agar hal ini bisa diatasi dengan baik baik tanpa ada siapa saja yang di rugikan,” ucap Effi Sjuhairi Kadis DP3 Anambas.

Honda Capella

Sementara itu Dedi Syahputra Sekretaris HNSI Anambas juga membenarkan, bahwa dirinya juga ikut turun ke lokasi dimana Kapal yang di duga Cantrang tersebut beroperasi, menjelang kapal kami dari Tarempa tiba ke lokasi yang notabennya menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit tersebut kami sudah tidak menjumpai lagi kapal yang di anggap Cantrang, namun di laut tersebut juga terdapat Kapal Kapal dari luar daerah Anambas yang juga berada di sekitaran laut Nyamuk.

“Kita menggunakan Speed Boat dari Pelabuhan Pemda untuk memastikan adanya laporan warga ke kita dan kita teruskan ke DP3 bahwa ada warga nelayan yang mau main hakim sendiri di laut lantaran melihat kapal di duga Cantrang beroperasi di daerah laut tangkapan mereka,hal tersebut tidak jadi lantaran kapal tersebut sudah keburu pergi mengingat warga menunggu kami dari Tarempa,” ucapnya.

Disebutnya, pihaknya ketahui warga yang ingin melakukan aksinya sudah mempersiapkan sejumlah Bensin, dan Spertus di dalam pompongnya, kita khawatir jika ada kapal Cantrang beroperasi di wilayah Anambas jika ketahuan dan ketangkap oleh warga dikhawatirkan akan di bakar, soalnya saat ini laut kita belum kondusif, Sabtu(5/9/2020).

Tak sampai disitu Dedi Syahputra melanjutkan bahwa saat ini warga sudah cerdik dan pandai, saat mereka melakukan patroli secara sendiri sendiri mereka mematikan semua pencahayaan yang di anggap bisa terlihat oleh kapal kapal nakal yang masih berani beroperasi di Anambas, nah hal tersebut lah yang menjadi kekawatiran bagi kita bersama, jika ada kapal tersebut yang masih bandel beroprasi dan ketangkap oleh warga bagai mana, dan ketika kapal kapal tersebut melawan tentu warga nelaya tempatan tidak mau tinggal diam, saya juga berpesan untuk yang terakhir kalinya kepada kapal kapal yang buka wilayah tangkapnya jangan sekali sekali berani beroprasi di perairan Anambas, karena nelayan saat ini sudah mengintai aktifitas kapal kapal tersebut. Pesannya.(Rama)

FANINDO