Puluhan Kapal Pukat Mayang Jadi Pemicu Aksi Demo di Tarempa, Surat Kesepakatan Bersama Peredamnya

233
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.CO.ID, Anambas – Puluhan Kapal Pukat Mayang dari Tanjung Balai Asahan yang berlabuh jangkar di depan Kota Tarempa, membuat ratusan warga Nelayan lakukan Aksi Demo di Depan Kantor Bupati Anambas.

Aksi Demo tersebut meminta kepada pemerintah daerah untuk tetap komitmen dengan apa yang sudah disepakati bersama beberapa waktu yang lalu (aksi demo sebelumnya), kali ini kata sepakat kembali di ambil, pada Rabu 16/9/2020.

Dari Aksi Demo tersebut Para Nelayan tetap menginginkan bahwa Kapal Pukat Mayang tidak dibenarkan beroprasi di wilayah perairan Kepulauan Anambas. Hal tersebut terus di lontarkan kepada Pemerintah Daerah.

Sempat alot dan adu pendapat dengan Bupati Anambas para nelayan yang di komandoi oleh HNSI Anambas ini, akhirnya mendapatkan kata sepakat, berupa sepucuk surat kesepakatan bersama yang di keluarkan oleh Abdul Haris SH Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas yang berbunyi.

“Bupati Kepulauan Anambas bersama dengan seluruh masyarakat Kabupaten Kepulauan Anambas menolak beroprasinya kapal kapal pukat Mayang (Purse Seine) dan kapal Cantrang di perairan Anambas, sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Kearifan lokal namun boleh berlabuh jikalau yang menyangkut dengan kemanusiaan/emergency pada saat melintas dengan catatan sebagai berikut, satu Jaring dalam keadaan terbungkus, dua melaporkan kepada Call Center yang nanti akan di tentukan “.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

Demikian surat keputusan yang di keluarkan oleh Bupati Kepulauan Anambas yang di tanda tangani oleh Abdul Haris, SH Selaku Bupati Anambas, Hasnidar Ketua DPRD Anambas, M. Yusuf Ketua Harian HNSI Anambas, Dedi Syahputra, S.Ip Sekretaris HNSI Anambas, Letkol Laut (P) Erfan Indra Darmawan, M, Tr. Hanlan.M.M Danlanal Tarempa, Kompol Yudi Sukmayadi, A. MD Wakapolres Anambas, Pelda Wamada Simare Mare Plh. Danramil 02 Tarempa.

Surat tersebut nantinya di tembuskan kepada Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan di Jakarta, Menteri Kelautan dan Perikanan di Jakarta, Gubernur Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Riau di Tanjungpinang, Bupati Asahan di Tanjung Balai Asahan, Ketua HNSI Kabupaten Asahan, Pemilik Kapal Pukat Mayang, dan Pemilik Kapal Cantrang.

Ratusan warga Nelayan tersebut baru bisa dengan tenang kembali ke kediamannya setelah surat kesepakatan bersama dari pemerintah daerah.

Untungnya aksi tersebut tidak menimbulkan keanarkisan. Demo tersebut dijaga ketat oleh TNI Polri dan satpol PP.

Saat ini puluhan kapal pukat Mayang masih dibiarkan berlabuh di pelabuhan Antang dengan satu titik labuh hingga cuaca membaik untuk kembali melaut yang bukan di daerah Anambas tentunya, hingga saat ini Anambas masih tetap aman dan kondusif.

(Rama).

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN