Nasabah PT. TAF Bikin Laporan ke Polresta Barelang, Kasatreskrim: Belum Masuk Ranah Pidana

454
Harris Day Batam

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Nasabah PT Toyota Auto Finance tidak terima atas penarikan mobilnya, atas ketidak puasannya tersebut membuat laporan ke Polresta Barelang ditemani kuasa hukumnya.

Kuasa Hukum Husaini yang mobilnya ditarik oleh PT TAF, Muzrin mengatakan, bersama klien membuat laporan ke polresta Barelang yang mana telah terjadinya penarikan kendaraan oleh pihak PT TAF milik kliennya. Makanya pihaknya membuat laporannya supaya jangan ada lagi penarikan.

“Kita ingin agar kedepan cukup ini saja, jangan ada lagi penarikan serupa. Supaya keadilan itu ada, ini bukannya ada keringanan disebabkan oleh musibah pandemi Covid-19, tetap saja nggak ada,”ucap Muzrin,SH Senin (26/10/2020) di Polresta Barelang.

Dijelaskan Muzrin lagi, awalnya pihak PT TAF menarik kendaraan milik Husaini, tanpa ada surat pemberitahuan, cuma datang saja dan itu pun penarikan bukan langsung sama pemiliknya.

“Seharusnya ada pemberitahuan awal dulu, jangan main tarik aja namanya aja sedang dalam musibah Covid-19,”jelasnya.

Polling Jelang 9 Desember 2020 Pilkada Kepri

DIterangkannya, makanya untuk lebih jelasnya pihaknya bersama kliennya buat laporan ke polresta Barelang supaya ada lanjutan prosesnya, namun ditolak laporan tersebut dari pihak polresta Barelang tidak mau menerima laporan tersebut.

“Dari penjelasan unit V tersebut, harus ada formula dulu, nah kapasitas klien kita ini untuk membuat laporan alangkah baiknya diterima dulu kan enak,”terangnya.

Dibeberknanya, jika proses ini tidak juga masuk, maka langkah hukum selanjutnya akan mencari keadilan untuk masyarakat, kalau perlu sampai ke Mabes Polri.

“Kita berharap diterima dulu laporannya. masalah status laporan ini kan bisa diproses didalam yang diterima langsung oleh penyidik unit V,”pungkasnya.

Sementara itu saat dikonfirmasi mengenai laporan tersebut, Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan membantah adanya pihaknya tidak mau menerima laporan atas kejadian penarikan unit mobil oleh PT TAF.

“Siapa yang bilang laporan itu tidak diterima. Tidak ada kami tolak laporan itu, hanya saja ini kasus hukumnya belum masuk ranah pidana,”sebut Kasat.

Andri juga menuturkan, pada saat ditarik mobil itu dengan posisi mobil ini direntalkan. Seharusnya kan tidak boleh, sejauh kasus pidana yang mencukupi bukti yang kuat kita akan proses.

“Kalau penyewa kendaraan bisa dihadirkan itu nggak masalah. Bisa langsung membuat laporannya ini sama sekali tidak ada,”tutur Andri.(*)

Kiriman : Taufik

Komentar Anda

FANINDO DEWAN PERS WARTAKEPRI DPRD ANAMBAS DPRD KARIMUN