Mengenal Manfaat dan Potensi Bisnis “Seaweed” Rumput Laut di Kepri

1007
Nur Anisa Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan

Rumput laut merupakan salah satuu sumber daya hayti yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Keanekaragaman rumput laut di Indonesia merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lain. Namun demikian pemanfaatan rumput laut di Indonesia, terutama untuk keperluan industri dan kesehatan masih belum optimal.

Review ini bermaksud untuk memberikan informasi mengenai kajian pemanfaatan sumber daya rumput laut dari aspek industri dan kesehatan sehingga diharapkan dapat menambah khasanah keanekaragaman makanan fungsional yang bermanfaat bagi kesehatan dan memantapkan pemanfaatan di bidang industri di Indonesia.

Optimasi upaya pengalian potensi sumber daya rumput laut di Indonesia perlu dikembangkan dalam rangka mendukung upaya pemcahan persoalan bangsa ini khususnya menghadapi krisis ekonomi global dan meningkatnya kasus gizi buruk di Indonesia, Rumput laut atau lebih dikenal dengan sebutan seaweed merupakan salah satu sumber daya hayati yang sangat melimpah di perairan Indonesia. Keanekaragaman rumput laut di Indonesia, merupakan yang terbesar dibandingkan dengan negara lain.

Namun demikian pemanfaatan rumput laut di Indonesia, terutama untuk keperluan industri dan kesehatan masih belum optimal. Rumput memiliki potensi besar untuk di kembangkan.

Rumput laut merupakan sumber daya hayati yang sangat berlimpah di perairan Indonesia. Namun demikian pemanfaatannya untuk pengolahan produk pangan sangat terbatas, terutama untuk produk pangan fungsional. Kepulauan riau sendiri memiliki potensi sumber daya rumput laut sangat melimpah yang belum maksimal dalam pengembangannya.

Pada saat ini beberapa kawasan Provinsi Kepulauan Riau terutama Kabupaten bintan, Kota Batam, Kabupaten Natuna Lingga dan Kabupaten Anambas mulai melakukan pengembangan dan pemanfaatan rumput laut secara optimal dengan cara melakukan pembudidayaan rumput laut alasan dilakukannya pembudidayaan ini dikarenakan biaya operasional yang relatif murah dan dapat di panen dalam jangka waktu yang relatif singkat sehingga sangat sesuai untuk untuk masyarakat pesisir di Kepulauan Riau.

lalaukan.com

Rumput laut merupakan salah satu tumbuhan laut yang tergolong dalam makroalga benthik yang banyak hidup melekat di dasar perairan. Rumput laut merupakan ganggang yang hidup di laut dan tergolong dalam divisi thallophyta.

Klasifikasi rumput laut berdasarkan kandungan pigmen terdiri dari 4 kelas, yaitu rumput laut hijau (Chlorophyta), rumput laut merah (Rhodophyta), rumput laut coklat (Phaeophyta) dan rumput laut pirang (Chrysophyta). Seiring dengan perkembangan dan peningkatan penggunaan rumput laut untuk berbagai keperluan industri berbagai keperluan antara lain dalam bidang industri, makanan, tekstil, kertas, cat, kosmetika dan farmasi (obat-obatan).

Di indonesia, pemanfaatan rumput laut untuk industri yaitu agar-agar (Gelidium dan Gracilaria) kemudian untuk industri kerajinan (Eucheuma) serta untuk industri alginat (Sargassum). Pemanfaatan rumput laut sebagai biodiesel tentunya akan menjawab pertanyaan mengenai energi terbarukan keberadaan rumput laut sebagai sumber energi alternatif tidak akan mengganggu pemanfaatan.

Rumput laut memiliki kandungan nutrisi yang dapat digunakan sebagai dasar pemanfaatannya dalam banyak bidang contohnya dalam bidang kesehatan. Nutrisi yang terkandung di dalamnya seperti polisakarida dan serat yang berfungsi untuk mengatur asupan gula dalam tubuh sehingga mampu mengendalikan tubuh dari peyakit diabetes contohnya adalah pada rumput laut jenis Eucheuma sp yang mengandung senyawa keragenan sehingga mampu menahan laju absorbsi glukosa dari saluran cerna menuju ke pembuluh darah sehingga dapat menahan laju peningkatan kadar gula dalam darah produk yang dihasilkan biasanya disebut dengan produk pigmen atau green food.

Kandungan mineral pada rumput laut dapat menjadi iodin alami yang dapat digunakan untuk mengatasi atau mengobati penyakit gondok dengan cara mengkonsumsi rumput laut yang telah diolah menjadi produk agar strips, agar stick dan minuman agar.

Kandungan polisakarida yang terdapat pada rumput laut dapat menurunkan kadar lipid dalam darah dan tingkat kolestrol serta dapat memperlancar sistem pencernaan pada tubuh, contoh produk yang ada di pasarann yaitu jus rumput laut, sari temulawak + rumput laut, dan Bio Green. Kandungan lipid hanya berkisar 1-5% dari berat kering dan komposisi asam lemak omega 3 dan omega 6 kedua asam lemak tersebut memiliki peran dalam mencegah inflamatori (peradangan) dan penyempitan pembuluh darah contoh produknya yaitu Jao-Nori.

Rumput laut merupakan salah satu sumber vitamin yang dapat digunakan sebagai penunda penuaan (anti aging), memperkuat sistem kekebalan tubuh, dan berperan sebagai antioksidan sebagai contoh produknya yaitu Susu Kalsium (Seaweed Calcium). Polifenol dalam rumput laut memiliki aktivitas antioksidan, sehingga mampu mencegah berbagai penyakit degeneratif maupun penyakit karena tekanan oksidatif, di antaranya kanker, penuaan, dan penyempitan pembuluh darah biasanya. Contoh produk yang biasanya ada di pasaran yaitu Red Marine Algae, Elken Spirullina, Green Food (Ecklonia Cava Exctract), Ever E250, Colidan, K-Liquid dan lain sebagainya.

Potensi dan manfaat rumput laut yang luas di Indonesia menyebabkan perlunya pengelolaan yang optimal sehingga dapat menjawab kebutuhan-kebutuhan manusia di masa yang akan datang terutama di wilayah Kepulauan Riau sendiri yang memiliki potensi cukup besar akan sumber daya alam rumput laut. Pengelolaan sumber daya rumput laut yang maksimal akan mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat pesisir. Seperti contohnya yang telah dilakukan oleh masyarakat Pulai Durai, Kabupaten Karimun.

Salah satunya adalah budidaya rumput laut. Di desa Sanglar, Kecamatan Durai, Karimun, warga di wilayah ini mengembangkan rumput laut secara simultan dan bersinergi apartur pemerintah terdekat.

Budidaya rumput laut menjadi salah satu wadah bagi masyarakat sekitar dalam membantu ekonomi. “Budidaya rumput laut ini sangat luas dampak bagi masyarakat di desa-desa di Kecamatan Durai. Sebagai contoh untuk ekonomi masyarakat.

Budidaya rumput laut dilakukan baik melalui sistem monokultur di laut dan tambak maupun metode Polikultur. Pola yang dimaksud dilakukan dengan membentangkan tali berkisar 30-40 meter lalu mengaitkan bibit rumput laut yang telah disiapkan sebelumnya.

Dimana jangka waktu sejak awal permulaan itu masa panennya berkisar pada usia 60 sampai 45 hari sejak masa awal pembibitan. Untuk ilmu dan pengetahuan mengenai budidaya rumput laut ini di akses melalui jejaring internet atau melalui rangkaian sosialisasi yang kerap diberikan kepada para pelaku budidaya. Pertanyaanya, apakah potensi rumput Laut di daerah ini dilirik pemerintah secara khusus, mari kita tunggu seperti apa kedepannya.(*)

Tulisan Nur Anisa
Mahasiswa Ilmu Kelautan dan Perikanan

Sumber :
Karyani, Said .2013. Analisis Kandungan Foodgrade Pada Keragenan Dari Ekstraksi Rumput Laut Hasil Budidaya Nelayan Seram Bagian Barat. Bimafika. Vol 4 : 499-506.

Sahri, Achmad dan Suparmi .2009. Kajian Pemanfaatan Sumberdaya Rumput Laut Dari Aspek Industri dan Kesehatan. Vol 44(118).

Wibowo, Dwi Edi dan Mandusari, Benny Diah .Potensi Dan Peluang Produk Halal Berbasis Rumput Laut. Indonesian Journal of Halal.

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel