Update 12 Januari 2021 Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh, Berikut Data Temuan dan Fakta Temuan KTP Koyak

389

WARTAKEPRI.co.id – Update pencarian hingga Rabu pagi 12 Januari 2021 Sriwijaya Air SJ 182 Jatuh. Hasil pencairan hingga 11 Januari 2021 malam atau tiga hari paska kejadian, Tim penyelam dari Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL telah berhasil menemukan puing-puing pesawat Boeing 737-500 PK-CLC milik Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu, 9 Januari 2021.

Bagian berupa kepingan pesawat itu ditemukan melalui penyelaman di sekitar titik koordinat jatuhnya pesawat di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu pada Minggu pagi sekira pukul 09.00 WIB.

KTP Penumpang Sriwijaya
KTP Penumpang Sriwijaya

Ditemukan KTP atas nama Yaman Zai. Namun, kondisi satu lembar KTP tipis koyak alias tidak utuh. Namun, sang pemilik KTP, Yaman Zai tak berada di dalam Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu, 9 Januari 2021.

Dikutip dari Tribunnews Group, Yaman Zai asal Nias, Sumatera Barat. Ia tak bisa menutupi kesedihannya setelah mendengar kabar pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan antara Pulau Laki-Lancang, Kepulauan Seribu , Sabtu 9 Januari 2021.

Sebab, istri dan ketiga anaknya adalah penumpang di atas pesawat nahas tersebut. Rencana liburan bersama keluarga di Pontianak seketika berubah menjadi duka.

BACA JUGA Pesan Captain Afwan Pilot Sriwijaya Air, Jangan Lupa Sholat Subuh

Mata Yaman Zai basah. Perasaan sedih dan kehilangan menyelimuti pikirannya setiba di Bandara Supadio Pontianak. Yaman Zai sudah satu tahun tinggal di Pontianak. Ia mengatakan istri dan ketiga anaknya berangkat menuju Pontianak dari Bandara Internasional Soekarno Hatta.

“Istri saya, lalu tiga anak saya jadi penumpang. Saya itu bekerja setahun lebih di sini, mereka mau ke sini mau liburan,” ucapnya diiringi isak. Bahkan, dikatakannya, turut pula anaknya yang baru lahir beberapa bulan lalu pun ikut. Saya tunggu tunggu, paling kan biasa satu jam sudah sampai, tapi ditunggu tidak datang, di telepon tidak aktif,”katanya yang berasal dari Pulau Nias.

Terkumpul 74 Kantong Jenazah, 53 Sampel DNA, hingga Korban Teridentifikasi Okky Bisma

Sementara itu, data dari Basarnas telah menerima sebanyak 74 kantong jenazah korban pesawat Sriwijaya Air SJY 182 hingga Senin malam (11/1/2021) pukul 22.05 WIB.

“Total menjadi 74 kantong jenazah yang berisi bagian dari tubuh korban. Kemudian serpihan kecil pesawat 16 kantong, potongan besar pesawat 24 kantong,” ujar Kepala Basarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito di Pelabuhan JICT II, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (11/1/2021) malam.

Sementara untuk DNA dari keluarga korban pesawat Sriwijaya Air, Tim Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit atau RS Polri sudah mengantongi 53 sampel.

“Sampai jam 17.00 ini. Tim DVI sudah menerima sebanyak 53 sampel DNA. Kemudian sampai sore ini juga kita telah menerima 17 kantong jenazah,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat konferensi pers di RS Polri, Jakarta, Senin sore.

Tim DVI juga telah melakukan rekonsiliasi atau pencocokan antara data antemortem dengan postmortem.

“Hasil rekonsiliasi tersebut, tim dapat mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan, yaitu atas nama Okky Bisma,” kata Rusdi.

Dipaparkan oleh Kapus Inafis Polri Brigjen Hudi Suryanto, hasil identifikasi berdasarkan pencocokan data yang telah diperolehnya.

“Untuk meyakinkan ini orang yang sama, akhirnya kami bandingkan. Data e-KTP yang ada telunjuk kanannya, dibandingkan dengan sampel telunjuk kanan juga yang kami temukan di body part tersebut, hasilnya ternyata identik,” tutur Hudi.

Menurut Hudi, terdapat 12 titik kesamaan di sidik jari tersebut. Hal tersebut dianggap cukup untuk memastikan orang ini merupakan orang yang sama.

“Kaidah (pencocokan) ini sudah sangat internasional. Sehingga bisa diyakini dan tidak terbantahkan bahwa data ini adalah data orang yang sama.

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 hilang kontak di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, pada Sabtu (9/1/2021) sekitar pukul 14.40 WIB atau 4 menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang.

Pesawat mengangkut 62 orang, yang terdiri dari 12 kru, 40 penumpang dewasa, tujuh anak-anak, dan tiga bayi.(*)

Sumber Foto : Facebook/Tribunnews/Kompas/
Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel