Akibat Surat Edaran Rapid Antigen, Hingga Kini Pelabuhan Domestik Sekupang Batam Jadi Sepi

Rapid Antigen
Ketua Bidang Kapal Penumpang DPC INSA Batam Asmadi
PKP Online

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pemerintah Provinsi Kepuluan Riau mengeluarkan surat edaran melalui Menteri Perhubungan Nomor SE 2 Tahun 2021 tentang keberangkatan antar pulau seperti Dumai, Bengkalis, Selat Panjang, Tanjung Balai, Tanjung Batu, Urung, Tembilahan, yang melalui Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), penumpang wajib Rapid Antigen.

“Akibat dari surat edaran tersebut, hingga kini pelabuhan Domestik Sekupang, kota Batam menjadi sepi. Para pengusaha jasa pelayaran pun mengakui sangat keberatan jika surat kesehatan Antigen itu pun diberlakukan. Pasalnya para penumpang ini hanya ke pulau-pulau saja,”ungkap Ketua Bidang Kapal Penumpang DPC INSA Batam Asmadi Rabu (20/1/2021) di Pelabuhan Sekupang, Batam.

Asmadi mengatakan, memang sejauh ini kita mendukung pemerintah saat ini tengah gencarnya memutus mata rantai penyebaran virus corona Covid-19 baik di Batam maupun kepulauan Riau.

“Tentu kami sangat mendukung hal tersebut, namun demikian untuk perjalanan antar pulau seperti Dumai, Bengkalis, Selat Panjang, Tanjung Balai, Tanjung Batu, Urung, Tembilahan, yang melalui Pelabuhan Domestik Sekupang (PDS), menurutnya penumpang cukup Rapid tes biasa saja,”kata Asmadi.

BACA JUGA TERBARU Surat Edaran Gubernur Kepri Bagi Penumpang Kapal eHAC dan Penumpang Pesawat Rapid Test Antibody

Dijelaskannya, kenapa saya sampaikan pakai rapid tes biasa, sebab perjalanan antar pulau saja dengan syarat rapid antigen itu akan membuat penumpang enggan untuk berangkat.

“Kita melihat untuk harga tiket saja ke Tanjung Balai Karimun hanya Rp 85 ribu belum lagi rapid antigen 270 ribu, jadi ini yang membuat penumpang jadi sepi,”jelasnya.

Ia menuturkan, sampai saat ini layanan rapid tes biasa masih bisa dilayani, namun fasilitas di Pelabuhan tidak ada yang disiagakan itu akan menjadi kendala bagi penumpang. Padahal banyak penumpang bertanya fasilitas untuk rapid tes tidak ada disediakan.

“Mereka (penumpang) malah pulang, sebab mereka mengira ada fasilitas pelayanan rapid tes di pelabuhan domestik Sekupang, sehingga mempermudah untuk keberangkatan tidak balik lagi,”tutur Asmadi.

Untuk itu ia berharap kepada pemerintah terkait, kiranya diberikan pelayanan kesehatan seperti penyediaan layanan rapid tes atau pun antigen khususnya di pelabuhan Domestik Sekupang, kota Batam,”tutupnya.(*)

Kiriman :Taufik Chaniago

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel