
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Badan Pengusahaan Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan mencatat kinerja operasional yang positif sepanjang Triwulan I tahun 2026. Berdasarkan data resmi, volume bongkar muat peti kemas mengalami peningkatan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, dari 166 ribu TEUs menjadi 187 ribu TEUs.
Dari total tersebut, sebanyak 69 persen ditopang oleh aktivitas di Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang mencapai 128.556 TEUs atau tumbuh 22 persen dibandingkan Triwulan I tahun sebelumnya. Dari sisi perdagangan, aktivitas ekspor dan impor masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 74 persen dari total arus peti kemas di pelabuhan Batam.
Selain itu, aktivitas bongkar muat general cargo juga menunjukkan tren positif dengan capaian 2,9 juta ton atau meningkat 8 persen dibandingkan 2,6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor terbesar dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan signifikan sebesar 21 persen.
Di sisi kunjungan kapal, tercatat sebanyak 27.170 call atau meningkat 4 persen dibandingkan Triwulan I 2025 yang mencapai 26.138 call. Peningkatan juga terjadi pada ukuran kapal yang bersandar, dengan total Gross Tonnage (GT) mencapai 19,6 juta GT atau naik 15 persen dari sebelumnya 16,9 juta GT. Hal ini menunjukkan semakin banyak kapal berkapasitas besar yang beroperasi di perairan Batam.
Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, menegaskan bahwa capaian tersebut menjadi bukti semakin kuatnya peran Batam sebagai simpul logistik strategis di kawasan.
“Pertumbuhan di sektor logistik ini menunjukkan bahwa Batam semakin dipercaya sebagai hub konektivitas regional. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi guna mendukung arus logistik, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).
Tak hanya sektor logistik, layanan penumpang juga mengalami pertumbuhan signifikan. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional wilayah kerja BP Batam mencapai 2.507.630 orang atau meningkat 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Rute internasional masih mendominasi dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen, terutama tujuan Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 20 persen menjadi 1.191.135 orang.
Dua terminal tersibuk dalam melayani mobilitas tersebut adalah Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur.
Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menekankan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan, seiring perluasan cakupan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2025.
“Kami mendorong layanan kepelabuhanan yang semakin adaptif dan responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Dengan dukungan regulasi tersebut, kami optimistis layanan akan semakin terintegrasi sehingga manfaat pertumbuhan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, Anggota Deputi Bidang Pengusahaan, Denny Tondano, menyatakan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi antar pemangku kepentingan serta mengoptimalkan layanan di seluruh pelabuhan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong digitalisasi layanan, termasuk pembenahan e-ticketing dan integrasi sistem antar terminal, sehingga layanan menjadi lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi seluruh pengguna jasa,” pungkasnya. (*)
Editor : Dedy Suwadha





























