Tahapan Pemilu 2024 Diperkirakan Juli 2022, PDIP Umumkan Tak akan Koalisi dengan PKS Maupun Demokrat

10
Hasto PDI Perjuangan dan Pemilu 2024
Tahapan Pemilu 2024 Diperkirakan Juli 2022, PDIP Umumkan Tak akan Koalisi dengan PKS Maupun Demokrat. Foto MediaIndonesia

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Bahtiar memprediksi, persiapan Pemilu 2024 akan berlangsung mulai tahun depan tepatnya sekitar Juli atau Agustus 2022.

Menghadapi proses ini, sejumlah partai politik mulai aktif memunculkan nama nama calon yang akan diusung. Dan, paska lebaran Idul Fitri 2021, ramai berita saling “sindir” antara Puan Maharani dan Ganjar Pranowo dari PDI Perjuangan.

Lalu, terbaru Jumat (28/5/2021) PDI Perjuangan (PDIP) mulai mengumumkan kalau PDIP tidak akan membuka peluang untuk berkoalisi dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat dalam pencalonan presiden di Pilpres 2024.

BACA JUGA Belum Pikirkan Pilpres 2024, Partai PAN Realistis Cari Kandidat Elektabilitas Tinggi

Hal itu disampaikan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto dalam diskusi bertajuk ‘Membaca Dinamika Partai & Soliditas Koalisi Menuju 2024’. Dalam kesempatan itu, dia menegaskan bahwa partainya memiliki ideologi dan basis massa yang berbeda dengan kedua partai tersebut.

“Ya koalisi bagi PDIP kerja sama politik itu basisnya harus ideologi. PDIP berbeda dengan PKS karena basis ideologinya berbeda, sehingga sangat sulit untuk melakukan koalisi dengan PKS. Itu saya tegaskan sejak awal,” kata Hasto dalam diskusi yang digelar secara daring, Jumat (28/5/2021).

Begitu juga dengan Partai Demokrat, kata dia, secara basis sudah berbeda. Hasto menyebut, DNA dari kedua parpol tersebut sudah berbeda jauh dengan PDIP.

“Kami berbeda dengan Partai Demokrat. Ini tegas-tegas aja, supaya tidak ada juru nikah yang ingin mempertemukan tersebut. Karena beda karakternya, naturenya,” ujarnya.

Tanggapan Partai Demokrat

Pernyataan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto bahwa PDIP tidak mungkin berkoalisi dengan Partai Demokrat pada Pilpres 2024 ditanggapi Kepala Bappilu Partai Demokrat Andi Arief . Dia mengatakan, rugi besar jika Demokrat ikut dalam koalisi PDIP.

Kata Andi, pada kenyataannya sejak Pilpres 2004 memang belum pernah terjadi koalisi PDIP dengan Demokrat. “Bukan karena soal ideologi, ngerti apa Hasto soal ideologi. Terlalu jauh kalau soal ideologi. Persoalan sesungguhnya itu karena PDIP dua kali berhadapan dengan kader Demokrat yaitu SBY selalu mengalami kekalahan,” jelas Andi kepada SINDOnews, Jumat (28/5/2021).

Menurutnya, kalau mau jujur Pilpres 2014 dan Pilpres 2019 bukan kader utama PDIP yang memenangkan pilpres. Jokowi ini bukan kader yang didiidk di PDIP sejak lama. Jauh lebih lama Puan Maharani ataupun Megawati sendiri. Menurut, Jokowi pun bukan mengalahkan kader Demokrat. “Bahkan prestasi dalam menjabat kita bisa saksikan jauh lebih baik di zaman kader Demokrat menjadi Presiden hampir di semua bidang,” ujarnya.

Mantan Stafsus Kepresidenan itu menambahkan, menjelang 2024 ini Partai Demokrat seperti juga partai lain juga sedang memikirkan koalisi politik.

“Di tengah ketidakpuasan atas pemerintah yang sudah meluas tentu kerugian besar jika Demokrat ikut dalam koalisi PDIP. Sama juga dengan bunuh diri politik. Kami memilih cara dengan cermat dan menghitumg banyak aspek,” katanya.

Andi yakin, jika Pilpres 2024 berjalan dengan adil, aparat, birokrasi, dan penyelenggara bersikap netral, saatnya koalisi Partai Demokrat dan partai lain di luar PDIP memenangkan pilpres.(*)

Sumber : Sindonews

# Pemilu 2024

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM