Diduga Menipu, Oknum PNS Tanjungpinang Janjikan Loloskan Masuk IPDN dengan Rp 300 Juta

22
Oknum PNS Tanjungpinang Tipu IPDN
Diduga Menipu, Oknum PNS Tanjungpinang Janjikan Loloskan Masuk IPDN dengan Rp 300 Juta

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Polres Tanjungpinang berhasil ungkap kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dengan modus lulus masuk IPDN, Jumat (04/06/2021). Konferensi pers terhadap kasus tindak pidana penipuan dan atau penggelapan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Rio Reza Panindra, S.I.K didampingi Kasi Humas Polres Tanjungpinang Iptu Suprihadi.

Menurut Suprihadi, oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Tanjungpinang, berinisial VS itu ditahan setelah melakukan penipuan penerimaan seleksi Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Polres Tanjungpinang, Polda Kepulauan Riau (Kepri).

Adapun Kronologis kejadian bahwa pada bulan Maret 2019 saudara Oknum PNS DW mengatakan kepada anak pelapor yang bernama “YZ”, bahwa tantenya saudari “VS” bisa memasukkan seseorang untuk masuk ke jenjang pendidikan IPDN,

Anak pelapor “YZ” memberi tahu pelapor dan setelah itu pelapor langsung melakukan pertemuan dengan terlapor “VS” di salah satu cafe di Jl. Basuki Rahmat.

Setelah bertemu terlapor “VS” meyakinkan pelapor bahwa anak pelapor bisa masuk IPDN, dan setelah beberapa kali pertemuan pada hari Rabu tanggal 10 April 2019 Sekira pukul 09.00 Wib di Jl. DI. Panjaitan Km.7 Kota Tanjungpinang pelapor menyerahkan uang sebesar Rp.300.000.000,- (tiga ratus juta rupiah) keoada “VS” agar dapat menguruskan “YZ” masuk pendidikan IPDN.

BACA JUGA Bupati Bersama Praja IPDN Baksos Bersihkan Coastal Area dan Bagi Masker Serta Sembako

Sekitar bulan Mei 2019, “YZ” mengikuti proses ujian teknis kemampuan dasar (TKD) dan “YZ” tidak lulus, kemudian pelapor memberi tahu terlapor “VS” dan terlapor menjawab “nanti bisa lewat jalur belakang begitu sudah mengikuti pelantikan siswa dan tunggu saja nanti di Bandung.

Dan setelah itu pelapor dan “YZ” berangkat ke kampus IPDN menunggu “VS” di kantin kampus IPDN Jatinangor dengan tujuan menunggu arahan dari “VS” dan terlapor mengatakan “untuk sekarang ini tidak bisa masuk, tapi tunggu saja pada saat siswa setelah mengikuti pendidikan dasar diakpol dan setelah siswa kembali ke barak kita sisipkan” dan akhirnya anak pelapor mengikuti arahan terlapor “VS” dan sampai 2 (dua) bulan kemudian anak pelapor tidak juga bisa masuk dan akhirnya pelapor kembali menghubungi terlapor “VS” dan terlapor mengatakan akan mengembalikan uang pelapor, sekira bulan November 2019 terlapor VS menyerahkan uang sebesar Rp.100.000.000,- (seratus juta rupiah) kepada pelapor dengan tanda terima dipegang oleh terlapor dan kemudian sekira bulan desember tahun 2019 terlapor VS menyerahkan CEK Bank Mandiri Tanjungpinang An. PT. KAP senilai Rp.200.000.000,- (dua ratus juta rupiah);

Namun setelah pelapor kliring ke Bank Mandiri bahwa Cek tersebut tidak ada dananya, lalu pelapor pun memberitahukan hal tersebut kepada terlapor “VS” dan terlapor mengatakan nanti akan dibayar langsung selanjutnya awal tahun 2020 terlapor “VS” kembali menyerahkan uang sebesar Rp.70.000.000,- (tujuh puluh juta rupiah);

Dan sebulan kemudian terlapor VS kembali menyerahkan uang sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) kepada pelapor dan total uang yang telah diserahkan oleh terlapor VS kepada pelapor adalah sebesar Rp.190.000.000,- (seratus sembilan puluh juta rupiah) sedangkan sisanya sebesar Rp.110.000.000,- (seratus sepuluh juta rupiah) sampai saat sekarang ini tidak ada kepastian atau itikad baik dari terlapor “VS” untuk mengembalikan sehingga pelapor melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian guna proses selanjutnya.

Setelah dilakukan penetapan tersangka terhadap tersangka “VS” pada tanggal 23 April 2021 kemudian dilakukan pemanggilan sebagai tersangka terhadap tersangka “VS” pada tanggal 26 April 2021 dan pada tanggal 11 Mei 2021 (Tidak Hadir) kemudian pada hari Senin tanggal 31 Mei 2021 sekira pukul 15.22, tersangka “VS” datang ke kantor Sat Reskrim Polres Tanjungpinang dengan didampingi penasehat hukum/pengacara guna dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka, setelah pemeriksaan selesai dilaksanakan terhadap tersangka “VS” dilakukan penangkapan guna penyidikan lebih lanjut.

Sumber : Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang
Kiriman : Agus Ginting

# Oknum PNS Oknum PNS

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM