Dua Sekolah di Karimun Menjadi Tempat Isolasi Terpusat, Maksimal 100 Pasien

15
Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi, beserta jajaran Forkopimda Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau meninjau langsung lokasi isolasi terpusat di SMP Negeri 2 Tebing dan SMA Negeri 4 Karimun, Selasa (8/6/2021). Diperuntukkan bagi para pasien COVID-19, pada empat Kecamatan. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan Rachmadi, beserta jajaran Forkopimda Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau meninjau langsung tempat isolasi terpusat di SMP Negeri 2 Tebing dan SMA Negeri 4 Karimun, Selasa (8/6/2021).

Sebagaimana hasil rapat yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah Kabupaten Karimun terkait tempat-tempat yang akan dijadikan ruang isolasi bagi para pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19.

“Para pasien COVID-19 , baik itu hasil PCR maupun hasil antigennya, evakuasi ini sudah kita mulai sejak pukul 14.00 WIB,” terang Bupati Karimun Aunur Rafiq.

Dua sekolah yang diperuntukkan bagi para pasien COVID-19 tersebut, menurut Rafiq sebagai ruang isolasi terpadu bagi pasien positif COVID-19.

“Yang berasal dari empat Kecamatan di pulau Karimun, dan proses evakuasi sudah berjalan untuk pasien di Kecamatan Meral Barat,” paparnya.

Sehingga kata Bupati, evakuasi bagi para pasien COVID-19 ini merupakan upaya yang dilakukan oleh tim gugus tugas dalam penanganan COVID-19.

“Dari hasil rapat disepakati bahwa, membentuk tim gerak cepat untuk evakuasi pasien positif COVID-19 yang tersebar di empat Kecamatan,” tandasnya.

Bupati berharap, dengan pembentukan tim ini diarapkan agar masyarakat yang terpapar COVID-19 dapat terkendali, sehingga tidak perlu lagi lakukan isolasi secara terpadu.

“Nantinya cukup pada pelayanan kesehatan saja yang kita sediakan,” tandasnya.

Rafiq menambahkan, para pasien yang sudah dievakuasi untuk wilayah Kundur terdapat 12 pasien, dipusatkan pada di hotel Gembira, dan untuk di SMA 2 terdapat 45 pasien, serta SMA 4 terdapat 12 pasien.

“Dan ini masih terus berjalan hingga semua pasien dapat kita evakuasi, dimana kita menargetkan 100 lebih pasien yang akan kita evakuasi di seluruh pusat isolasi terpadu ini,” ungkap Rafiq.

Rafiq juga berpesan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Karimun untuk dapat mengikuti dan melaksanakan isolasi terpadu tersebut guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

“Sekaligus masyarakat diharapkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19,” kata Rafiq.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM