KPU Karimun Kembalikan Rp 5,3 Miliar, Sisah Dana Hibah Pilkada 2020 ke Pemkab

43
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Karimun, Eko Purwandoko menyerahkan sisah dana hibah pada penyelenggaraan Pilkada tahun 2020 lalu, kepada Pemkab Karimun. (Foto : Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak pada 2020 lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun memberikan dana hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebesar Rp 16,448 miliar dari yang diusulkan senilai Rp 21 miliar, untuk menyukseskan pelaksanaan pesta demokrasi.

Bupati Karimun Aunur Rafiq menyampaikan ucapan terima kasih kepada KPU, atas suksesnya pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020 di tingkat Kabupaten Karimun.

“Pemerintah daerah Kabupaten Karimun juga siap mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan pemilihan umum dan Pilkada serentak pada 2024 mendatang,” ungkap Rafiq.

Selanjutnya, Bupati Karimun juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan dapat berperan aktif dalam upaya pencegahan penularan COVID-19.

“Agar tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19, sekaligus mendukung penuh upaya program vaksinasi guna memutus mata rantai penyebaran COVID-19,” papar Rafiq.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua KPU Karimun, Eko Purwandoko mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah daerah Kabupaten Karimun, yang telah banyak membantu dan berkontribusi dalam penyelenggaraan Pilkada tahun 2020.

” Dan pada hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun mengembalikan sisa dana pelaksanaan Pilkada ke Pemkab Karimun senilai Rp 5,330 miliar,” terang Eko Purwandoko, Selasa (8/6/2021).

Dimana kata Eko pengembalian dana hibah untuk pelaksanaan Pilkada serentak tersebut sudah diserahkan sebulan yang lalu, tepatnya tanggal 10 Mei melalui kas daerah.

“Dari Rp 16,448 miliar dana hibah yang diterima KPU Karimun, dana yang sudah terpakai atau terealisasi Rp 11,168 miliar, sehingga tersisah dana Rp 5,3 miliar yang tidak terpakai, dan sudah kami kembalikan,” paparnya.

Dari Rp 11,168 anggaran Pilkada Karimun yang terealisasi, dirinya mengakui pengeluaran terbesar berada pada pengadaan logistik Pilkada.

“Anggaran terbesar berada pada pengadaan logistik Pilkada, sehingga inilah salah satu contoh penggunaan anggaran yang terbesar,” pungkasnya.

Eko menambahkan pada awal pengusulan anggaran Pilkada dari KPU Karimun kepada Pemkab Karimun, wabah pandemi COVID-19 belum ada. Namun didalam perjalanan saat merealisasikan anggaran, ada beberapa pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka.

“Seperti sosialisasi maupun rapat dan perjalanan dinas, yang cukup banyak dibatalkan karena pandemi COVID-19. Sehingga alternatif yang dilakukan adalah rapat secara virtual menggunakan zoom meeting,” paparnya.

Eko berharap kedepannya, semoga pandemi COVID-19 segera berakhir, dan pelaksanaan Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2024 mendatang dapat terselenggara tanpa ada kendala apapun.

“Semoga saja pandemi COVID-19 segera berakhir, dan pelaksanaan Pemilu 2024 dapat terselenggara dengan baik,” harapannya.

Selain melaporkan terkait pengggunaan anggaran Pilkada, KPU Karimun juga menyampaikan beberapa rencana program yang akan dilakukan KPU kedepannya. Antara lain, melakukan pemutakhiran data pemilih, pendidikan politik melalui Desa binaan, hingga pembahasan terkait Kantor KPU Karimun.

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM