Kesal Formasi Guru Agama Islam Tidak Ada, Sejumlah Guru Datangi Bupati

1489

Wartakepri.co.id, Anambas – Rohadi.S.Pdi Koordinator Lapangan (Korlap) Persatuan Guru Honorer Agama Islam se Kabupaten Kepulauan Anambas nenjumpai Bupati Kepulauan Anambas, kedatangan mereka menjumpai Bupati Kepulauan Anambas lantaran tidak adanya Kuota atau formasi Penerimaan CPNS Guru Agama Islam yang akan diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas tahun ini.

Sekitar 30 Orang Honorer Guru Agama Islam yang ada di Anambas melalui Korlapnya meminta kepada pemerintah daerah untuk memperjuangkan atau mengadakan formasi CPNS Guru Agama Islam di penerimaan CPNS tahun ini di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Rohadi.S.P.di kerap di sapa Cikgu di dampingi oleh Azwardi.S.P.di saat menjumpai Bupati Kepulauan Anambas di Pelabuhan Pemda menyampaikan keluhannya yang langsung di tanggapi oleh Abdul Haris. SH Bupati Kepulauan Anambas, ia menyampaikan bahwa formasi CPNS Guru Agama Islam tidak ada sama sekali dalam penerimaan CPNS tahun ini.

Honda Capella

“Miris melihat File PDF yang tersebar di beberapa Grub WhatsApp di Anambas tentang penerimaan CPNS tahun ini, Formasi Guru Agama Islam justru tidak ada penerimaan, kami sekitar 60 orang Guru Agama Islam yang tersebar di seluruh Sekolah yang ada di Anambas, di antaranya 30 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 30 lagi Honorer, dari 30 tenaga Honorer khususnya Guru Agama Islam berharap agar pemerintah daerah memberikan kuota atau formasi CPNS Guru Agama Islam tahun ini”. Ucapnya.

Abdul Haris. SH Bupati Kepulauan Anambas yang di jumpai di pelabuhan langsung menanggapi keluhan sejumlah perwakilan Guru yang mendatanginya, ia langsung merespon dan menelfon Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Kepulauan Anambas, dalam pembicaraannya dengan Kepala BKPSDM Kepulauan Anambas Bupati Kepulauan Anambas mempertanyakan kenapa Formasi Guru Agama Islam tidak ada penerimaan tahun ini.

“Kenapa Formasi Guru Agama Islam tidak ada dalam penerimaan CPNS tahun ini, alasannya apa”. Ucapnya pernyataan tersebut di kutip dari hasil pembicaraannya melalui Telepon selulernya dengan kepala BKPSDM.

Tak sampai disitu Korlap Persatuan Honorer Guru Agama Islam Rohadi.S. P.di usai menjumpai Bupati Kepulauan Anambas yang hendak akan berangkat dari Anambas menuju Batam, pihaknya melanjutkan menemui Wakil Bupati Kepulauan Anambas dan Kepala BKPSDM Kepulauan Anambas di Kantor Bupati Kepulauan Anambas Jalan Pasir Peti Kecamatan Siantan untuk mempertanyakan hal yang sama.

“Jadi setelah kami sampai di kantor bupati, untuk menjumpai Linda Maryati sebagi Kepala BKPSDM, tapi sayangnya kami tidak bisa menjumpai beliau, kami di perintahkan untuk bertemu dengan Kabid Kepegawaian yaitu ibuk Nora, setelah kami papar kan semuanya dengan kekecewaan kami, ibuk Nora mengatakan untuk kewenangan semuanya memang dari pusat, sementara untuk formasi guru agama Islam ini katanya tidak ada usulan dari dinas pendidikan kepada kami, untuk guru agama Islam, jadi kami pun heran juga,” ucap Nora kepada kami terang Rohadi.S.P.di sebagai Korlap.

Sementara itu untuk di lakukan perubahan kemungkinan tidak akan bisa katanya, karena itu dari pusat, dan Nora menuturkan untuk guru agama katolik bisa masuk karena ada orang atau bapak yang bekerja di BKPSM hanya coba-coba memasukkan satu guru agama Katolik, dan akhirnya ada satu formasi itu, untuk di tempatkan di Sekolah yang ada di Air Sene Kecamatan Siantan Tengah, yang jadi pertanyaan kami, kenapa kami sebagai guru agama Islam tidak bisa ? yang sudah di usul kan ? yang di coba coba aja bisa masuk? Ada apa ? Mereka bilang hanya tunggu di tahun berikutnya. Ucap Rohadi selaku Korlap Guru Honorer Agama Islam.

Tak puas dengan jawaban dari BKPSDM saya langsung ajak temen saya untuk menghadap Wakil Bupati, jawaban dari Bapak Wakil Bupati mengatakan bahwa kenapa bisa tidak ada untuk guru Agama Islam? Nanti saya akan tanya kepada BKPSDM dan dinas pendidikan, dengan singkat Wakil Bupati memberikan informasi kepada kami, yang mana akan di kaji ulang dan di tanya kalau memang bisa di perbaiki maka akan di layang surat ke kementerian pendidikan di pusat terang nya. Karena kami selaku pemerintah inginnya semuanya bisa masuk bisa diisi oleh orang yang punya ijazah dan termasuk kepada masyarakat yang belum PTT apa pun itu jurusan nya. Nanti sya akan lurus kan untuk hal ini katanya.ucapnya sambil mengutip pernyataan dari Wakil Bupati Kepulauan Anambas.

“Intinya kami akan tunggu Bapak Bupati pulang dari berangkat, karena beliau janjinya akan panggil kepala BKPSDM untuk bisa menjelaskan, dan hal ini akan kami kawan sampai kami menemukan jawaban yang bisa memuaskan kami para Guru Honorer terkhusus Guru Agama Islam, disini kami minta keadilan karena sudah lama kami nanti nantikan penerimaan PPPK ini kami berharap untuk bisa ikut karena dengan adanya PPPK ini harapannya kami para guru honorer bisa ikut, tapi kenapa untuk guru agama Islam tidak ada. Ini yg kami kesal kan, karena kami tidak akan bisa lagi kalau untuk ikut tes CPNS yang di bawah umur 35 Tahun karena kami sudah lewat dari 35 tahun ke atas dengan adanya inilah PPPK kami sangat berharap, dan mohon menjadi pertimbangan pemerintah daerah,” Jelasnya lagi.

Dan tak puas juga dengan sejumlah jawaban yang di dapat pihaknya langsung menuju ke kantor Dinas Pendidikan Kepulauan Anambas untuk menjumpai Bapak Norman selaku Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Anambas, karena waktu sudah siang di hari Jum’at kami cuma sebentar aja, langsung aja kami ngomong di luar ruangan dengan disaksikan para staf nya, sama halnya yang kami bicarakan tentang hal penerimaan CPNS atau PPPK untuk guru agama Islam tidak ada.

Jawaban Pak Norman inilah yang kami bicarakan dengan atasan kami barusan katanya, berlanjut. sangat di sayangkan, kenapa bisa tidak ada katanya, padahal kami mengajukan dari Tahun 2018/2019 itu sabanyak 80 orang dan yang akan keluar katanya 36 orang, untuk yang tahun ini kami dari dinas pendidikan mengusulkan 29 orang sepertinya sudah masuk ke semua sekolah yang ada di Anambas terang nya.

Kemudian Norman pun langsung panggil Asyiah sebagai Sekretarisnya, ditanya kan lagi di hadapan kami, kenapa bisa tidak masuk usulan guru agama Islam, ibuk Asyiah pun langsung menjelaskan dengan detail ke kami, kami sebenarnya juga kecewa dengan hal ini bisa terjadi padahal saya sudah usul kan dengan jumlah 29 orang guru Pendidikan Agama Islam (PAI), kenapa bisa tidak ada, untuk meyakinkan usulan dari Dinas Ibu Asyiah sampai menunjukkan ke kami usulan awal, untuk guru Agama Islam. Ini dari pihak BKPSDM katanya, dia menjelaskan kami sama buk Nora dan pak Eka, sudah berbicara terang benderang di Batam agar di masuk kan untuk guru agama Islam, waktu pertemuan dengan Kemendikbud, lanjut oleh pak Norman, saya akan buat kan surat perbaikan kepada Bupati jika Bupati mau menandatangani akan kita sampaikan ke pusat karena masih ada waktu sanggah selama tiga Minggu terang nya.(Rama)

FANINDO