Ricuh Ketika Seorang Penghuni Meninggal Saat Penggusuran di Pasar Induk Jodoh

260
Ricuh Ketika Seorang Penghuni Meninggal Saat Penggusuran di Pasar Induk Jodoh
Ricuh Ketika Seorang Penghuni Meninggal Saat Penggusuran di Pasar Induk Jodoh

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Pembongkaran Pasar induk jodoh sempat terjadi ricuh, bahkan akibat dari trauma penggusuran tersebut, seorang ibu rumah tangga Friska Ginting 42 tahun mengalami syok bahkan meninggal dunia seketika melihat tim terpadu membongkar tempat tinggalnya.

Saat penggusuran berlangsung, warga sudah tertib dan mulai mengemas barangnya namun setelah alat berat turun dan mulai menghancurkan puing bangunan tiba tiba suasana memanas dikarenakan ada salah satu dari mereka meninggal dunia, diduga adanya serangan jantung.

“Kalau sudah begini, bagaimana ini warga kami ada yang meninggal, kalian harus bertanggung jawab,”ungkap salah seoarang warga sambil menangis.

BACA JUGA Tahu akan Digusur oleh Tim Terpadu, Warga yang Tinggal di Pasar Induk Jodoh Hanya Bisa Pasrah

Tak hanya itu, situasi semakin ricuh sehingga dari pihak warga melempari batu kearah Directorat pengamanan (Ditpam), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Sarpol PP) hingga mundur keluar lokasi penggusuran.

Saat penggusuran terjadi para (OPD) yang dilokasi penggusuran memberhentikan kegiatannya dikarenakan situasi belum kondusif dan belum jelas apakah penggusuran akan tetap dilanjutkan kembali atau tidak, dikarenakan saat ini masih istirahat. (*)

Pengirim :Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel