Gambar Proyek Irigasi Berubah di Tengah Pengerjaan, Ini Penjelasan Kontraktor dan Kadis PUPRKP Anambas

1031
Irigasi PUPR Anambas
Gambar Proyek Irigasi Berubah di Tengah Pengerjaan, Ini Penjelasan Kontraktor dan Kadis PUPRKP Anambas

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi di Jemaja, Dana Alokasi Khusus (DAK Penugasan) yang berada di Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPRKP) Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Kepulauan Anambas dengan nilai Kontrak Rp. 4.117.000.000.(Empat Milyar Seratus Tujuh Belas Juta Rupiah) yang anggarannya berasal dari Dana Anggaran Khusus (DAK Penugasan) dengan nomor kontrak 01/SP-Kont.Fisik/Irigasi.DAK/DPUPRKP-SDA/APBD/06.2021 dengan waktu pelaksanaan 140 hari kalender tahun anggaran 2021 yang dikerjakan oleh PT. Sindo Untung Perkasa, dengan konsultan pengawas CV. Suma Trisaka Kreatika menuai polemik.

Pasalnya Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi yang belum begitu lama di kerjakan ini, sudah merubah gambar pengerjaannya, hal ini dipandang perlu di selidiki oleh aparat penegak hukum, meskipun tidak merubah nominal Proyek namun dampak dari perubahan gambar tersebut telah merugikan masyarakat yang mana awalnya yang seharusnya Proyek Irigasi tersebut bisa di nikmati oleh masyarakat kini harus berubah dan tidak melewati lahan masyarakat. Pantauan di lapangan pekerjaan masih terlihat lancar dan tidak memiliki kendala apapun.

Saat di konfirmasi Salah satu Perwakilan dari PT. Sindo Untung Perkasa, di Jemaja beberapa hari yang lalu, membenarkan terkait adanya perubahan gambar namun dari pihak Kontraktor tidak mempermasalahkan terkait perubahan gambar selagi tidak ada pemotongan anggaran Proyek Irigasi tersebut.

“Meskipun ada perubahan gambar kami tetap siap untuk membangun, namun tentunya akan ada kendala sedikit terkait waktu pengerjaannya akan terhambat akibat menunggu gambar yang di rubah oleh pihak dinas,” ucapnya.

Kemudian Sandra Husada Ulo Supervisor dari PT. Sindo Untung Perkasa melanjutkan bahwa benar ada sejumlah warga masyarakat yang tidak setuju terkait Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi yang melewati lahan masyarakat, tentunya hal ini perlu dipertanyakan kenapa sampai terjadi seperti ini, apakah pihak Dinas DPUPRKP Kepulauan Anambas sebelumnya tidak melakukan sosialisasi terlebih dahulu agar disaat pekerjaan berlangsung tidak memiliki kendala.

“Benar bang ada sejumlah warga yang tidak setuju lahannya dilewati proyek pembangunan jaringan irigasi, dengan alasan yang bermacam macam, akan tetapi anggaran tidak ada pengurangan anggaran, dan masih sesuai dengan volume rencana, cuma ada sedikit perubahan yaitu perubahan yang melewati lahan masyarakat dan kini kami bekerja hanya yang di setujui oleh masyarakat saja,” ujarnya.

Kejadian ini tentunya ada dampak bagi masyarakat, yang mana sebelumnya masyarakat bisa bersawah lantaran jaringan irigasinya yang perencanannya melewati lahan lahan masyarakat kini lantaran gambarnya berubah dengan alasan yang belum di jabarkan oleh pihak Kontraktor maupun Dinas menjadi tujuan pembangunan ini untuk memperluas jaringan irigasi di anggap gagal, pihaknya juga pada hari Jum’at tanggal 16 Juli 2021 yang lalu pihak Kontraktor dan pihak Dinas DPUPRKP – SDA sudah turun ke lokasi untuk menyelesaikan perkara ini.

“Hari Jum’at yang lalu kami sudah turun ke lokasi bersama Orang Dinas,” tutupnya.

Sementara Itu Andi Guna Hasibuan Kepala Dinas DPUPRKP Kepulauan Anambas saat di konfirmasi mengatakan bahwa untuk perubahan dirinya sudah mendengar dari bawahannya kemarin.

“Terkait pertanyaan tentang perubahan gambar Proyek Irigasi yang berada di Kecamatan Jemaja Timur benar adanya, namun laporan secara teknis belum saya terima, untuk konfirmasi lebih lanjut bisa menjumpai atau menghubungi saya hari Senin nanti, usai saya panggil Bidang yang menangani kegiatan ini,” tuturnya kepada Wartakepri co.id Sabtu (31/7/2021.(Rama)

Honda Capella