Kecamatan Jemaja Barat Pecah Telor Kasus Covid-19

Wartakepri.co.id, Anambas – Sejak Beredarnya Wabah Corona Virus Disease (Covid-19) di Wuhan China dan masuk ke Indonesia pada tahun 2019 silam, Kecamatan Jemaja Barat Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Indonesia Kecamatan Jemaja Barat adalah salah satu Kecamatan yang ada di Kepulauan Riau yang tidak pernah masyarakatnya terpapar dan terdengar isu bahwa adanya warga di Jemaja Barat terkonfirmasi positif Covid-19, kali ini Warga Desa Impol dengan nomor kasus 1426 dengan nama inisial Saudari RS usia 24 tahun terpapar.

Media wartakepri.co.id baru berwacana hendak memberitakan terkait pemberian penghargaan dari Presiden Republik Indonesia untuk Kecamatan Jemaja Barat dikarenakan sejak munculnya Wabah Covid-19 di dunia, Kecamatan Jemaja Barat belum pernah masyarakatnya terpapar Covid-19, namun hari ini wacana Media ini gagal untuk menyampaikan kepada Presiden Republik Indonesia melalui pemberitaan untuk pemberian penghargaan di karenakan Kecamatan Jemaja Barat pecah telor kasus Covid-19.

Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Anambas menghimbau kepada seluruh masyarakat Anambas agar senantiasa memperketat penerapan protokol kesehatan di wilayah masing masing yang ada di Anambas.

Rilis yang di keluarkan oleh Bupati Kepulauan Anambas melalui Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Anambas tentang penambahan 22 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di antaranya ada nama Kecamatan Jemaja Barat yang melengkapi 1439 kasus di Anambas meskipun yang terkonfirmasi positif Covid-19 hanyalah berjumlah 197 Orang.

Patut di sukuri kasus Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Anambas secara drastis turun dari sebelumnya, hal ini terjadi atas dukungan masyarakat itu sendiri untuk tetap melakukan penerapan Protokol Kesehatan yang sangat ketat.

Kasus pertama di Kecamatan Jemaja Barat di isi oleh Saudari RS nama inisial, usia 24 tahun jenis kelamin perempuan tinggal di Desa Impol RT 004 RW 002 Kecamatan Jemaja Barat, dengan klasifikasi hilangnya fungsi penciuman dan perasa, tanpa memiliki riwayat kontak dengan orang lain, dan saat ini yang bersangkutan telah melaksanakan isolasi mandiri di Rumahnya untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 lebih meluas lagi di Kecamatan Jemaja Barat.

Kasus masyarakat Jemaja Barat dengan nomor kasus 1426 merupakan hasil temuan kasus baru, dengan pemeriksaan swab metode RT PCR
yang dilakukan di Laboratorium RSUD Tarempa.

Abdul Haris. SH Bupati Kepulauan Anambas terus menyerukan penerapan protokol kesehatan yang ketat kepada seluruh masyarakat Anambas, guna menekan angka penyebaran Covid-19 di Anambas lebih banyak lagi.

“Kami menghimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan pada masa pandemi
Covid-19 ini. Protokol kesehatan ini harus dipatuhi dan jangan lupa melakukan vaksinasi di Puskesmas atau di Tempat yang
telah ditetapkan oleh Pihak Puskesmas, protokol kesehatan yang senantiasa harus dilakukan adalah memakai masker, menjaga jarak (tidak bersalaman) dan mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin,” tuturnya dalam rilis yang di keluarkan pada tanggal 30 Juli 2021.(Rama)

FANINDO

Honda Capella