WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Tak ada yang lebih penting ketika seseorang membutuhkan pertolongan selain hadir dan membantu. Pemandangan humanis itu terlihat di pelabuhan Tarempa, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, saat personel TNI dari Lanal Tarempa, Satpolairud Polres Kepulauan Anambas, bersama warga bahu-membahu membantu seorang warga yang sedang sakit untuk naik ke kapal.
Dengan penuh kehati-hatian, personel TNI, Polri dan masyarakat saling berpegangan dan mengangkat warga tersebut. Mereka memastikan proses naik ke kapal berlangsung aman dan nyaman hingga warga berhasil masuk ke kapal.
Momen sederhana itu menjadi potret kuat semangat gotong royong di wilayah kepulauan. Tidak ada sekat seragam, tidak ada jarak antara petugas dan masyarakat. Yang terlihat hanya satu kepedulian: membantu sesama yang sedang membutuhkan.
Kapolres Kepulauan Anambas AKBP I Gusti Ngurah Agung Budianaloka, S.I.K., M.H., mengatakan kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian dari pengabdian yang harus terus ditanamkan kepada setiap personel.
“Ketika masyarakat membutuhkan bantuan, kita harus hadir. Tidak harus menunggu sesuatu yang besar. Pertolongan sederhana kepada masyarakat juga merupakan bentuk pengabdian,” ujar Kapolres.
Menurutnya, kebersamaan antara TNI, Polri dan masyarakat menjadi kekuatan penting, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki karakter geografis dan akses transportasi yang berbeda dengan daerah lainnya.
“Yang kita bangun bukan hanya keamanan, tetapi juga rasa kebersamaan. TNI, Polri dan masyarakat harus saling membantu dan saling menguatkan,” katanya.
Kehadiran personel TNI dan Polri dalam momen tersebut pun bukan sekadar menjalankan tugas. Lebih dari itu, mereka menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat dapat hadir melalui tindakan sederhana yang langsung dirasakan.
Bagi warga yang sedang sakit, bantuan untuk sekedar menaiki kapal mungkin terlihat kecil bagi sebagian orang. Namun, di saat kondisi tubuh tidak memungkinkan, uluran tangan beberapa orang bisa menjadi pertolongan yang sangat berarti.
Momen sederhana tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa kemanusiaan tidak mengenal seragam. Ketika satu tangan terulur dan tangan lainnya menyambut, di situlah gotong royong dan kepedulian benar-benar terasa. (*)
Kiriman Rama































