Sosok Agung Yuda Pratama Kades 2021-2027 Termuda dari Desa Panggak Laut Lingga

483
Yuda Agung Kades Muda Lingga
Yuda Agung Kades Muda Lingga

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kabupaten Lingga serentak yang digelar 7 Agustus 2021 telah usai. Sebanyak 75 Kepala Desa telah ditetapkan dan diambil sumpah oleh Bupati Lingga Muhammad Nizar, yang di wakili oleh Wakil Bupati Neko Wesha Pawelloy Senin 30 Agustus di halaman kantor Bupati Lingga.

Dari puluhan Kepala Desa periode 2021-2027 yang dilantik tersebut, terselip satu nama yang mencuri perhatian. Dia adalah Agung Yuda Pratama yang menjadi salah kepala Desa termuda di Kabupaten Lingga. Sosok laki-laki 25 tahun kelahiran Pangak Laut 26 Juni 1996 ini sah menjadi kepala Desa Panggak mulai hari ini hingga enam tahun mendatang.

Di usianya yang cukup muda, aktivis IMM Tanjungpinang Bintan, Ketua cabang IMM Kabupaten Lingga dan Anggota Dewan legislatif Mahasiswa FISIP UMRAH mampu memenangkan pemilihan Kepala Desa dengan mengalahkan Kepala Desa Pertahanan Desa Panggak Laut.

Agung Yuda Pratama mengakui, tentunya tidak mudah menjadi pemimpian Desa. Apalagi, ia memimpikan Desa yang dipimpinnya tertib, damai dan sejahtera. Oleh sebab itu, Dia menginginkan semua pihak bisa bekerjasama dalam membangun Desanya ke depan.

“Kini pilkades telah usai, tidak ada yang namanya lawan, Saatnya membangun Desa bersama-sama dengan penuh gotong royong agar impian Desa damai dan sejahtera itu bisa tercapai,” tutur Agung Yuda Pratama di halaman kantor Bupati Lingga usai melaksanakan pelantikan Kepala Desa, Senin (30/8/2021).

BACA JUGA Kades Mariana Satu-satunya Kades Perempuan Menang Pilkades 2021 Lingga dari Desa Penaah

Dia menambahkan, setelah dilantik, pihaknya perlu melakukan banyak hal, sebab banyak pula hal yang harus dikerjakan. Dirinya harus segera melakukan rapat koordinasi dengan perangkat Desa untuk menjabarkan target dan tujuan pembangunan Desa selama 6 tahun ke depan.

“Saya sudah memiliki beberapa program, salah satunya, mewujudkan pemerintahan yang teransfaran dengan mengedepankan kejujuran dan keadilan dalam segala aspek pengelolaan dana Desa dan juga menciptakan penataan Desa yang berkualitas melalui program tata ruang desa berbasis produktifitas ekonomi,” beber Agung.

Dirinya juga menyadari dengan adanya DD/ADD yang kerap kali menjadi sorotan semua orang. Untuk itu, Dia mengaku akan sangat berhati-hati dalam melaksanakan program yang bersumber dari dana tersebut.

“Begitu juga dalam pengelolaannya, sehingga benar-benar tepat guna, tepat sasaran, dan yang lebih utama tidak menyimpang dari peraturan perundang-undangan,” pungkas Agung.(*)

Kiriman : Ravi Azhar

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA