Jaringan Telkom Diduga Putus Akibat Proyek Jalan, Warga dan Pemilik Lahan Komplain

219
Jaringan Telkom Putus di Anambas
Warga Desa Ulu Maras juga menyayangkan atas matinya jaringan telekomunikasi yang berada di Jemaja Timur, hal tersebut tentu sangat merugikan bagi masyarakat.

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Kepala Desa (Kades) Kuala Maras dan sejumlah Warga di Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas pertanyaan jaringan Telkom mati total diakibatkan jalan longsor dan diketahui, Kamis (2/9/2021).

Neffi Rupika Kepala Desa Kuala Maras saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jaringan telekomunikasi di Desanya yang meliputi Desa Genting Pulur dan Desa Ulu Maras mati total diduga karena adanya kabel Viber Optik yang di tanam di pinggir jalan putus.

“Semalam, tanggal 1 September 2021 bang jaringan di Kuala Maras mati total, sekitar jam 09.06 WIB, Informasinya kabelnya putus Bang, di daerah Desa Bukit Padi, pada saat ada pekerjaan pelebaran dan pengerukan untuk lokasi Batu Miring untuk pelebaran jalan bang, namun untuk memastikan tersebut abang boleh ke pihak yang memiliki wewenang tentang ini,”ucapnya kepada Wartakepri.co.id.

Sementara itu Anton Warga Desa Ulu Maras juga menyayangkan atas matinya jaringan telekomunikasi yang berada di Jemaja Timur, hal tersebut tentu sangat merugikan bagi masyarakat.

BACA JUGA Jaringan Fiber Optik Palapa Ring Barat Singkawang-Natuna-Anambas Terputus Berangsur Dipulihkan

“Jaringan telekomunikasi di Kuala Maras mati total, masyarakat banyak yang dirugikan, diduga sementara putusnya kabel tersebut akibat pekerjaan pengerukan batu miring dilahan masyarakat. Namun saya belum bisa memastikan soalnya tim dari pihak Telkom belum ke lokasi. Kalau benar putusnya kabel tersebut diakibatkan oleh pekerjaan pelebaran jalan tentu ini menjadi perkara sulit, pasalnya pembangunan jalan tersebut juga berdampak terhadap kebutuhan masyarakat. Namun saya berharap kepada pihak Dinas DPUPRKP Anambas dan pihak Kontraktor walaupun kejar target untuk mempercepat pekerjaannya saya berpesan agar jangan asal cepat, pikirkan juga tentang dampak lainnya juga,”tutup Anton.

Sementara itu Mulyati Pemilik Lahan yang diwakili M. Ramadhan selaku anaknya pada tanggal 27 Agustus 2021, saat berada di lokasi pengerukan lahan miliknya dan benar mengenai kabel tersebut telah melaporkan kepada pihak Kadis Kominfo untuk di teruskan kepada pihak Telkom. Namun hingga saat ini informasi yang diperoleh dari Kadis Kominfo belum adanya pihak Telkom yang turun ke lokasi pada hari pertama di laporkan.

“Saya pada tanggal 27 Agustus 2021 langsung lapor kepada Pak Kadis Kominfo dengan bukti bukti foto lokasi kabel tersebut terkena alat berat saat penggalian untuk pondasi Batu miring di lahan saya, saya meminta kepada Kadis Kominfo untuk meneruskan kepada pihak Telkom agar pihak Telkom turun ke lokasi pada saat pengerjaan, kami pemilik lahan justru tidak mengetahui adanya kabel yang melintasi lahan saya, soalnya pihak Telkom pada saat pengerjaan tidak memberikan informasi kepada kami pemilik lahan, jadi pada saat saya hibahkan lahan saya untuk pelebaran jalan ternyata ada kabel, kami sangat menyayangkan adanya kejadian ini, pasalnya ini sama sama Proyek pemerintah, saya berharap agar pihak Telkom segera memperbaiki kabel putus tersebut, dan kalau bisa untuk kedepannya agar selalu mengkedepankan komunikasi kepada warga jika ada pekerjaannya yang mengenai lahan masyarakat,” ujarnya.

Untuk tidak mendengarkan informasi sepihak, Wartakepri.co.id, mencoba mengkonfirmasi Pimpinan Telkom Tarempa namun pada saat di hubungi Ekward Kepala Telkom Tarempa belum bisa di hubungi oleh Media ini hingga berita ini di terbitkan.(Rama).

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel