BC Kepri Mengamankan Ribuan Batang Kayu Bakau Yang Akan Diselundupkan Ke Malaysia, Komitmen BC Dalam Pengawasan

144
Tim Patroli Kanwil DJBC Khusus Kepri, kembali menegah puluhan ribu kayu bakau yang akan di selundupan ke Batu Pahat Malaysia. (Foto: Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Puluhan ribu batang kayu bakau ilegal yang hendak diseludupkan ke negeri Jiran Malaysia berhasil diamankan tim patroli DJBC Khusus Kepulauan Riau, di perairan Panjang Utara, Senin (18/10/2021).

Dari penegahan kayu bakau tersebut, tim patroli berhasil mengamankan satu unit KM Rafida Jaya beserta empat awak ABK kapal.

“Tim patroli Bea Cukai telah berhasil mengamankan satu unit kapal motor beserta empat orang ABK, dengan membawa ribuan batang kayu bakau dari Selat Riau, menuju Batu Pahat Malaysia,” terang Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, Akhmad Rofiq, Selasa (26/10/2021).

Rofiq menegaskan, pihaknya akan terus berupaya secara kontinu, sekaligus berkomitmen untuk melakukan pengawasan demi kedaulatan hukum di wilayah perairan Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau.

“Kayu bakau dilindungi berdasarkan Undang-undang nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, pembalakan kayu bakau secara ilegal akan merusak ekosistem sekitar,” paparnya.

Selain itu, kata Rofiq pengangkutan kayu bakau secara ilegal ke luar daerah Pabean juga telah melanggar UU nomor 17 tahun 2006, tentang Kepabeanan khususnya pasal 102 A, karena mengangkut barang ekspor yang dilarang dan dibatasi tanpa dilengkapi dengan dokumen Kepabeanan yang sah.

“Sehingga Kanwil DJBC Khusus Kepri terus berkolaborasi dengan seluruh instansi beserta stakeholder terkait lainnya untuk melindungi cagar alam dan lingkungan dari perambahan hutan bakau secara ilegal,” ujarnya.

Berdasarkan data penindakan, kata Rofiq pada tahun 2020 Kanwil BC Kepri telah mengamankan sebanyak 7.647 batang kayu bakau. Tidak hanya itu saja, pada tahun 2021 sampai saat ini sebanyak 21.186 batang berhasil diamankan.

“Sehingga kenaikan jumlah batang kayu ilegal tersebut ditaksir mencapai 280 persen,” pungkasnya.

Selanjutnya petugas Bea Cukai membawa seluruh barang bukti beserta keempat awak kapal menuju Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau, untuk diproses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Pelestarian Lingkungan Hutan Mangrove, Amanat Presiden

Sejalan dengan amanat Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu, saat dirinya melakukan penanaman hutan bakau (mangrove) di Kota Batam Kepulauan Riau, menyampaikan bahwa, Indonesia memiliki 20 persen dari total keseluruhan hutan mangrove yang ada di dunia.

“Jadi artinya Indonesia memiliki sebuah kekuatan dalam potensi hutan mangrove. Akan tetapi, yang paling penting adalah bagaimana memelihara, bagaimana merawat, menjaga, sekaligus merehabilitasi hutan bakau dari kerusakan alam, akibat ulah manusia,” ungkap Rofiq.

Sehingga menurutnya hutan mangrove benar- benar tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Dengan melibatkan pemerintah daerah bersama dengan Stakeholder terkait lainnya.

“Peran serta dari berbagai pihak dalam kegiatan rehabilitasi hutan mangrove yang ada di Indonesia, tidak terkecuali di wilayah pesisir Kepulauan Riau,” tandasnya.

Aman

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel