KSOP TBK Berkomitmen Wujudkan Gerai Pelayanan Pas, Optimis Akhir Tahun Target Tercapai

549
Sebagai bentuk kepedulian dalam rangka memberikan pelayanan prima khususnya kepada para nelayan yang berada di pesisir Karimun, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun menggelar kegiatan pengukuran dan penerbitan sertifikat kapal dibawah 7-GT. (Foto : Aman

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sebagai bentuk kepedulian dalam rangka memberikan pelayanan prima khususnya kepada para nelayan yang berada di pesisir, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun terus berkomitmen menggalakkan Gerai Pelayanan Pas Kecil, kapal berukuran dibawah GT-7.

Pada pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Pantai Berangan, Kampung Ujung Mukah, Sidomoro, RT. 06, RW. 02, Kelurahan Moro, Kecamatan Moro, Kabupaten Karimun, dihadiri oleh Stakeholder dan instansi terkait lainnya, Sabtu (30/10/2021).

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, Jon Kenedy menjelaskan bahwa, Gerai Pelayan Pas kecil bagi kapal berukuran dibawah GT-7 di wilayah kerja Moro dan Tanjung Batu, merupakan bukti kepemilikan kapal yang berhak dimiliki oleh setiap nelayan.

“Artinya Pas Kecil ini sangat penting bagi kapal-kapal kecil, sebagai dokumen kepemilikan kapal, status hukum kapal, guna keselamatan dan verifikasi ulang kapal diseluruh Indonesia tidak terkecuali di wilayah Kabupaten Karimun,” terang Kenedy.

Tidak hanya itu saja, menurutnya dapat dijadikan agunan jaminan di bank apabila nelayan membutuhkan dana untuk pengembangan usaha, dalam hal ini guna memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana penunjang lainnya.

“Hingga mandapatkan subsidi, baik dari pemerintah pusat maupun daerah,” ungkap Kenedy.

Kenedy menegaskan, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun terus berkomitmen Gerai Pelayan Pas kecil bagi kapal berukuran dibawah 7 GT, di wilayah kerja Moro dan Tanjung Batu.

“Sebagai wujud nyata dari pemerintah bagi keselamatan berlayar, karena Surat Tanda Kebangsaan Kapal, termasuk bagi kapal di bawah GT-7, sebagaimana diatur dalam Undang-undang nomor 17 Tahun 2008 tentang pelayaran,” paparnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Status Hukum dan Sertifikasi Kapal KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, Gamal Sembiring Meliala mengungkapkan bahwa, hingga saat ini total keseluruhan kapal yang diukur oleh ahli ukur dari KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun, sebanyak 856 sertifikat kapal.

“Tanpa dipungut biaya sepeserpun,” tegasnya.

Karena menurut Gamal, baru 1.025 nelayan dari target KSOP sendiri mencapai 2.000 nelayan, guna memperoleh Pas Kecil di wilayah kerja KSOP Kelas I Tanjungbalai Karimun.

“Sehingga berharap agar Pemerintah Kabupaten Karimun mampu mendorong sekaligus memfasilitasi para nelayan agar diberikan kemudahan, baik prasarana maupun prasarana,” ujarnya.

“Kami berharap Pemkab Karimun melalui Dinas Kelautan dan Perikanan dapat mendorong guna memberikan layanan fasilitas kepada para nelayan, khususnya di Kabupaten Karimun,” pintanya.

Kepala Desa Moro, sekaligus Ketua Kelompok Nelayan Moro Jaya, Syahlan menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, melalui Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, yang telah banyak membantu para nelayan di Desanya.

“Besar harapan agar seluruh nelayan memiliki Pas Kecil, baik untuk memudahkan pelayaran maupun hasil tangkapan ikan untuk di ekspor,” kata Syahlan.

Untuk jumlah keseluruhan nelayan di Desanya mencapai 137 orang nelayan, dari total keseluruhan di Kecamatan Moro yang mencapai 500 nelayan.

“Sehingga Gerai Pelayanan Pas ini sangat membantu, dan selama ini dibutuhkan oleh para nelayan, karena 80 persen mata pencaharian masyarakat di Desa ini adalah nelayan,” ungkap Syahlan.

Aman

Honda Capella