Dampingi Menkopolhukam Dan Mendagri DPRD Tinjau Vaksinasi Gedung Sri Serindit

67

NATUNA, WARTAKEPRI.co.id– Ketua DPRD Kabupaten Natuna Daeng Amhar turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Republik Indonesia,  Mahfud MD, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meninjau proses Vaksinasi pelajar di Gedung Sri Srindit, Jalan Yos Sudarso, Ranai, Selasa (23/11/2021).

Meninjau proses Vaksinasi masuk di dalam jadwal Kunjungan Kerja dua Menteri ini selama dua hari berada di Natuna.

Selain Ketua DPRD juga tampak Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad Bupati Natuna, Wan Siswandi Sekda Kabupaten Natuna, Boy Wijanarko Paryanto.

Dalam kegiatan vaksinasi yang di selenggarakan terlihat mayoritas peserta adalah peserta didik mulai dari SMP hingga SMA yang ada di Kabupaten Natuna.

Ketua DPRD Natuna Daeng Amhar, mengatakan dirinya begitu bangga bisa mendampingi dua Menteri Kabinet Indonesia Maju ini selama Kunker di Natuna.

“Tentunya sebagai bagian dari pemerintahan, saya sangat bangga bisa mendampingi secara langsung kunjungan kerja Menkopolhukam dan Mendagri selama di Natuna,” ucap Amhar.

Selain itu, Amhar juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh dua Menteri Kabinet Indonesia Maju ini.

“Semoga dengan kedatangan orang-orang penting ini pembangunan di Natuna bisa lebih maju lagi sehingga apa yang kita cita-citakan kedepan dapat terwujud,” harap Amhar.

Untuk di ketahui, dua Menteri Kabinet Indonesia Maju ini akan berada di Natuna selama dua hari dengan beberapa agenda.

Menkopolhukam dan Mendagri langsung meninjau proses vaksinas
Menkopolhukam dan Mendagri langsung meninjau proses vaksinas

Pertama meninjau proses Vaksinasi di Gedung Sri Srindit, melaksanakan rapat koordinasi pengelolaan batas negara di Kabupaten Natuna, melaksanakan Konferensi pers, meninjau SKPT Selat Lampa, peninjauan Fasilitas KRI Semarang di lanjutkan dengan perjalanan ke Pulau Laut untuk meninjau pembangunan di Pulau Laut dan Pulau Sekatung lewat udara.

Dalam sesi konferensi Pers, Mendagri Tito Karnavian mengatakan, kedatangannya yang juga secara ex–officio menjabat sebagai Kepala BNPP, bersama Menkopolhukam untuk belanja masalah di daerah.

“Nah ini kehadiran kita belanja masalah, melihat kondisi lapangan. Setelah kembali ke Jakarta, kami akan follow up dengan rapat bersama kementerian dan lembaga terkait,” ujar Tito karnavian ketika memberikan konfrensi pers di lobi Kantor Bupati Natuna, Bukit Arai, Selasa (23/11/2021).

Tito juga mengaku telah mendengarkan problem dari TNI-Polri yang bertugas di perbatasan, seperti masalah alutsista yang relatif usianya sudah tua, dan operasional.

“Dengan Pemda kita juga belanja masalah, kita udah tau yang utama atau urgen seperti listrik, air, pengembangan perikanan atau industri perikanan yang memang sangat potensial,” bebernya.

Tito juga mengatakan, wilayah natuna sering terjadi konflik wilayah perbatasan dengan sejumlah negara tetangga seperti Vietnam dan Cina.

Konflik dijelaskanya terjadi akibat adanya klaim wilayah antar negara tetangga. Menurutnya ada dua hal yang perlu di tingkatkan, yaitu kehadiran militer dan memperkuat instrumen tradisional seperti pengembangan sektor ekonomi, pembangunan dan kelautan di Natuna.

“Saat ini pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang berada di Pulau Serasan akan segera terealisasi,” ucap Tito.

Sementara itu, Menkopolhukam Mahfud MD, mengutarakan apresiasinya kepada Pemerintah Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna atas capaian vaksinasi Covid-19, yang melampau target dari Pemerintah Pusat.

Lebih jauh, Ia menambahkan bahwa kepentingan Indonesia mencakup keutuhan wilayah, stabilitas kawasan dan kepentingan ekonomi.

Ia menegaskan, “Kepentingan keutuhan wilayah terkait kekhawatiran atas klaim nine dash line di Laut China selatan menyentuh klaim Indonesia di wilayah yurisdiksi yang saat ini sedang proses perundingan dengan Vietnam. Dimana konflik tersebut dapat berdampak terhadap stabilitas keamanan Indonesia di Laut Natuna Utara dan kawasan, sementara kepentingan ekonomi Indonesia menyangkut hak berdaulat atas sumberdaya alam di Zona Ekonomi Ekslusif dan Landas Kontinen.” kata Mahfud.

Untuk itu Mahfud menekankan, perlu diwaspadai adanya ancaman kejahatan transnasional yang berpotensi masuk melalui perbatasan negara, dan ancaman terhadap kedaulatan dan hak berdaulat negara di wilayah yurisdiksi Indonesia.

“Pengendalian keamanan mutlak dilakukan di wilayah Laut Natuna Utara melalui peningkatan patroli pengaman laut terpadu dan penguatan kerjasama antar negara dalam rangka menjaga stabilitas keamanan laut dan Kawasan,” ujar Mahfud.

Terkait penanganan Covid 19 di wilayah Natuna, Menko Polhukam menyampaikan apresiasi, terutama atas pencapaian vaksinasi yang telah melebihi target. Namun demikian Menko mengingatkan agar tetap waspada dan disiplin  menerapkan protokol kesehatan.

“Tadi saya melihat yang sudah mengikuti vaksinasi sudah melebihi dari target nasional baik di vaksin pertama dan yang kedua, namun jangan lengah, kita harus tetap hati hati dan waspada terhadap Covid-19,” tegas Mahfud MD sebelum meninggalkan kantor Bupati Kabupaten Natuna.

Selain itu dikatakan Mendagri Tito Karnavian menjelaskan terkait izin Perseroda Badan Usaha Pelabuhan (BUP) PT. Pelabuhan Kepri belum kunjung terbit.

“Setelah kemudian disepakati Pemda dan DPRD diajukan ke Kemendagri untuk review, apakah bertentangan dengan aturan pemerintah pemerintah pusat atau tidak. Kalau bertentangan kita minta perbaiki. Kalau tidak bertentangan sepanjang menguntungkan masyarakat pasti akan kita setujui,” ucap Tito kepada wartawan di Kantor Bupati Natuna.
Tito menyebutkan jika Perda tersebut akan mereka pelajari.

“Kalau memang tidak bertentangan dengan pemerintah pusat, dan niatnya untuk kemajuan masyarakat pasti akan kita dukung,” ucap Tito.

Selesai melakukan peninjauan di Pulau Laut dan Pulau Sekatung, Menkopolhukam dan Mendagri akan di jadwalkan kembai ke Ranai dengan menggunakan Heli.

(Rky)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel