Gubernur Ansar Ingkar Janji, Buruh Batam Demo Lagi

349
Unjuk rasa buruh di Batam menuntut kenaikan UMK Batam 2022. (Photo: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Unjuk rasa buruh menuntut kenaikan Upah Minimum Kota (UMK) Batam kembali terjadi. Massa buruh berkumpul di Temenggung Abdul Jamal, Senin (6/12/2021).

Dalam aksinya massa buruh mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap Gubernur Kepri Ansar Ahmad yang tidak berpihak kepada kaum buruh.

Ansar dinilai ingkar janji atas kesepakatan yang terjadi ketika massa buruh dari Batam berkunjung ke kantornya di Dompak, Tanjungpinang, pada 30 November 2021 bulan lalu.

Saat itu diketahui Ansar menjanjikan kepada buruh untuk segera bertemu dengan Walikota Batam Muhammad Rudi membahas strukturisasi pengupahan di Batam.

Tapi kenyataanya, SK sudah ditandatangani tanpa ada pembahasan lebih lanjut seperti apa yang sudah dilontarkan sebelumnya.

Dalam SK yang telah ditandatangani tersebut, Ansar Ahmad menetapkan UMK Batam tahun 2022 naik menjadi 4.186.359 sesuai usulan DPK Batam yang tidak dihadiri oleh unsur serikat pekerja. 

Hal ini mengundang kekecewaan buruh yang sangat dalam. Gubernur tidak memihak kepada buruh yang notabene adalah alat penggerak roda ekonomi Indonesia, Kota Batam khususnya.

“Penguasa mungkin memiliki kekuasaan untuk menentukan nasib kami, tetapi yang maha kuasa juga punya kekuatan yang besar untuk pemimpin yang dzolim. Berpihaklah kepada rakyat kecil Pak,” teriak buruh.

“Tiga puluh lima ribu tidak cukup Pak Gubernur. Kurang lebih hanya naik seribu per hari. Tidak sebanding dengan lonjakan kebutuhan hidup kami Pak. Naikan UMK 5-10 persen,” teriak buruh lainnya.

Unjuk rasa buruh di Batam kali ini menyebabkan kawasan Mukakuning macet total. Terpantau ribuan massa buruh bergerak menuju Temenggung Abdul Jamal untuk menggelar aksi.

Untuk diketahui, Gubernur Kepri Ansar Ahmad telah menetapkan Upah Minimum Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepri (UMK) untuk tahun 2022, pada Rabu (1/12/2021).

Dilansir dari situs resmi Pemprov Kepri, UMK Batam tahun 2022 ditetapkan sebesar Rp 4.186.359, atau mengalami kenaikan 0,85 persen dari besaran UMK tahun 2021.

Ansar mengatakan UMK yang ditetapkan tahun 2022 ini sudah sesuai dengan aturan dan melalui sidang dewan pengupahan yang diikuti seluruh kabupaten kota se-Provinsi Kepri sesuai dengan apa yang direkomendasikan Bupati dan Walikota.

“Untuk itu, kami harap semua pihak menerima ketetapan dan keputusan pemerintah ini,” tegas Ansar Kembali. (taufik)

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA