Home Anambas Anggota DPRD Dapil Jemaja Khilaf, Pelantar Tanjung Diperbaiki Warga Secara Swadaya

Anggota DPRD Dapil Jemaja Khilaf, Pelantar Tanjung Diperbaiki Warga Secara Swadaya

Warga perbaiki Pelantar Tanjung yang hampir roboh secara swadaya. (Foto: Istimewa)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Pelantar Tanjung yang usang hampir roboh karena termakan usia di Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri, kurang mendapat perhatian pemerintah. Namun berkat kerjasama warga, pelantar ini sudah diperbaiki.

Perbaikan dilakukan warga dengan menggunakan anggaran swadaya. Mereka berbondong-bondong mengumpulkan biaya agar bisa mengerjakan perbaikan pelantar yang sudah bertahun-tahun luput dari perhatian pemerintah itu.

Tak hanya pemerintah, pelantar ini juga luput dari perhatian wakil rakyat daerah pemilihan (Dapil) rukun tetangga Tanjung. Padahal dari 3 kecamatan yang ada di Pulau Jemaja, ada 4 wakil rakyat dari dapil III yang duduk di DPRD Anambas.

Hal ini terungkap dari postingan seorang warga Tanjung, Kelurahan Letung, Kecamatan Jemaja, di Grup WhatsApp (WAG) Kabupaten Kepulauan Jemaja yang mengeluhkan kondisi pelantar itu, yang kata dia selalu luput dari perhatian pemerintah.

“Kalau bukan Pak RT dan warga yang bekerja memperbaikinya, sudah banyak korban yang jatuh ke laut. Percuma ada dewan pembangunan di daerah kami kalau hanya dipandang sebelah mata saja. Kalau terus begini kejadiannya, tidak tau lagi kedepannya Pulau Jemaja ini mau jadi apa,” tulis Hairum warga RT Tanjung seperti dikutip Wartakepri dari WAG Kabupaten Kepulauan Jemaja, Selasa (5/4/2022) malam.

Melihat postingan tersebut, seorang Anggota DPRD Anambas dari dapil III, Ayub, langsung merespon. Ia mengaku baru tau kalau ada pelantar usang hampir roboh di dapilnya yang diperbaiki menggunakan swadaya masyarakat.

“Saya baru tau kalau ada jembatan yang mau roboh di dapil saya, dan diperbaiki melalui swadaya masyarakat, mudah-mudahan nantinya saya akan mencoba upayakan ke dinas terkait untuk dimasukkan DED-nya melalui APBD-P, kalau nantinya anggaran di 2023 ada Insya Allah nanti bisa diakomodir untuk dilakukan perbaikan,” tulisnya mengomentari postingan Hairum.

Ayub mengatakan bahwa dirinya benar-benar baru mengetahui hal tersebut, meskipun itu berada di dapil yang mengangkat dirinya menjadi anggota DPRD Anambas selama dua periode.

“Demi Allah, memang dapil saya, mungkin lepas dari pantauan saya dan teman-teman anggota lainnya, dewan dapil III atau dapil Jemaja ada 4 bukan saya sendiri, ini akan menjadi pelajaran bagi kami kedepannya, semoga nantinya di tahun 2024 mendatang ada DPRD yang baru lahir dari dapil III dan semoga bisa lebih baik lagi dalam berbuat, terutama di sektor pembangunan untuk memperjuangkan dapilnya tersebut, semoga lebih baik lagi ketimbang yang sekarang ini,” katanya.

Hairum kemudian membalas tanggapan Ayub di WAG itu. Ia memang mengakui jika warga setempat bisa memperbaiki pelantar tersebut secara bersama-sama. Namun demikian, ia juga mempersilahkan wakil rakyat dari dapil III yang ingin membantu.

“Biar lah jembatan kami itu jikalau rusak sebatang kayunya kami akan ganti sebatang asalkan masyarakat tidak jatuh ke laut, kalau ada rasa dan hati nurani silahkan bantu kami,” tulisnya membalas.

Ayub pun menyarankan masyarakat melalui instansi di lingkungannya agar segala permasalahan disampaikan untuk dijadikan sebagai usulan prioritas. Karena menurutnya, segala permasalahan yang menjadi usulan butuh proses dan perencanaan serta penelitian.

“Coba pelantar tersebut diusulkan lewat kelurahan untuk dijadikan usulan prioritas agar bisa segera terealisasi dan segera dibangun, silahkan diusulkan ke Pemerintah Daerah, atau di usulkan melalui Reses DPRD Anambas agar permasalahan serupa tidak terulang kembali,” tutupnya. (rama)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp