WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam Didi Kusmarjadi mengatakan, Batam hingga hari Minggu (8/5) nihil penemuan kasus hepatitis akut. Meski demikian warga diimbau tetap waspada dan tidak perlu panik.
“Hingga hari ini belum ada kasus seperti yang dilaporkan di Batam,” ujar Didi saat dihubungi Wartakepri, Minggu (8/5/2022).
Didi menyebutkan, sebagai langkah antisipasi dan bentuk kewaspadaan akan penyebaran kasus hepatitis akut, pihaknya sudah berkoordinasi dengan seluruh fasilitas layanan kesehatan yang ada di Batam termasuk instansi swasta.
“Kita sudah menyurati seluruh Fasilitas Layanan Kesehatan (fasyankes) baik pemerintah maupun swasta tentang sistem kewaspadaan dini dan respon. Kita juga sudah buat flayer dan sudah kita sebarluaskan untuk masyarakat,” jelas Didi.
Dia menegaskan, apabila terdapat penemuan kasus Hepatitis akut di tengah masyarakat, agar segera melaporkan ke fasyankes yang tersedia di lingkungan terdekat tempat tinggal.
“Kami tetap imbau agar segera melaporkan jika menemukan kasusnya, serta lakukan upaya pencegahannya melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat” tambah Didi.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya mengambil kebijakan dengan menunjuk rumah sakit umum Embung Fatimah sebagai rumah sakit rujukan.
“Kita sudah menyiapkan rumah sakit umum Embung Fatimah sebagai rumah sakit rujukan untuk kasus yang ditemukan,” kata Didi.
Sebelumnya, Kementerian kesehatan merilis gejala yang terjadi pada penderita Hepatitis akut terjadi pada anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun.
Kasus hepatitis akut atau ‘misterius’ di Indonesia sudah menyerang 3 anak. Gejalanya yakni gejala kuning, sakit perut, muntah-muntah dan diare mendadak, buang air kecil berwarna teh tua, buang air besar berwarna pucat, kejang, penurunan kesadaran agar segera diperiksakan ke fasyankes terdekat.
Secara medis Hepatitis adalah kondisi peradangan pada hati atau liver. Hepatitis akut sedang marak ditemukan di Indonesia beberapa pekan ini.
Sama seperti hepatitis pada umumnya, hepatitis akut adalah liver yang mengalami radang atau inflamasi
Hanya saja, penyakit ini terjadi secara tiba-tiba dan berlangsung dalam jangka waktu yang singkat.
Belakangan ini, marak hepatitis akut pada anak di berbagai benua, seperti Eropa, Amerika, dan Asia.
Didi juga mengimbau masyarakat khususnya anak-anak dan orang tua untuk selalu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Serta menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.
“Mencegah dan mengendalikan penularan hepatitis akut yang tidak diketahui penyebabnya, kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati namun tetap tenang tak perlu panik,” harap Didi. (adi)





























