Home Berita Utama Wabup Neko Wesha akan Remajakan 29 Persen Pohon Kelapa di Lingga

Wabup Neko Wesha akan Remajakan 29 Persen Pohon Kelapa di Lingga

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

“Karena itu kami ikut mendirikan Koalisasi Pemerintah Kabupaten Penghasil Kelapa (KOPEK). Dan sekarang perjuangan kita tingkatkan lagi dengan rencana mendirikan Konsorsium Kelapa Indonesia yang beranggotakan pemangku kepentingan lain,” ujarnya.

Sebuah upaya maksimal ini jika nantinya terbentuk maka perjuangan Konsorsium Kelapa Indonesia untuk segera bisa melakukan peremajaan di kabupaten/kota sentra kelapa diharapkan lebih meningkat lagi. Dan peran pemerintah pusat dalam hal ini sangat dibutuhkan.

Sebagaimana kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Riau. Lingga juga terdiri dari kepulauan. Mayoritas penduduknya hidup sebagai nelayan dan petani kelapa serta karet. Ekonomi masyarakat sangat tergantung dari tiga komoditas ini. Dari kelapa sudah banyak anak –anak Kabupaten Lingga lulus kuliah dan berkiprah di berbagai bidang.

Kendala lain ketika akan mengembangkan dan memperluas kelapa adalah masalah status lahan. Banyak kebun kelapa di Lingga masuk dalam kawasan hutan.

“Kalau sudah seperti ini maka program pemerintah tidak bisa masuk. Kita harus duduk bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan supaya upaya kami untuk meningkatkan kesejahteraan petani kelapa tidak terhambat dengan status ini. Perlu dicari jalan keluarnya,” katanya.

Indonesia saat ini sudah berada dalam situasi krisis kelapa. Status sebagai pemilik kebun terluas dan produsen terbesar di dunia sudah digeser oleh Filipina, karena itu Kopek selalu berjuang untuk mengembalikan kejayaan kelapa nusantara.

Dengan menjadi konsorsium maka perjuangan untuk kembali menjadi pemilik kebun dan penghasil kelapa nomor satu di dunia bisa direbut kembali. Kopek sendiri terus mendukung dan menjalin komunikasi dengan pemerintah pusat terkait kelapa. Bantuan pemerintah pusat sangat diperlukan. Kopek menjadi jembatan komunikasi antara pusat dan daerah.

Hilirisasi kelapa di Lingga dilakukan salah satunya dengan mengupgrade kembali industri minyak kelapa rakyat. Lingga mendapat bantuan pemerintah pusat bangunan dan mesin pengolahan kelapa menjadi minyak sedang pengelolaan oleh pemda.

“Kita upgrade industri ini dengan menambah mesih kemasan sehingga menjadi produk minyak kelapa dalam kemasan hygienis. Pasarnya di Lingga sendiri dan kabupaten sekitarnya. Karena itu krisis minyak goreng sawit beberapa waktu lalu tidak terlalu mempengaruhi masyarakat di Lingga karena sudah terbiasa menggunakan minyak goreng kelapa,” katanya.

Pengembangan Kepala 2010-2021

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp