
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – BARIKADE 98 Kepri tengah menyorot pengerjaan proyek pemeliharaan Jalan Nasional tahun anggaran 2022.
Penggarapan proyek oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melalui Satker Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) tengah melakukan preservasi jalan dan jembatan tersebut kurang lebih sepanjang 1 kilometer yang berlokasi di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau.
Pengerjaan proyek oleh kontraktor pelaksana CV. Cahaya Haviza, dengan nomor kontrak HK.0201/SP-HS/Bb-24/PJU01/PPK1.3/II/2022/01 ini, guna melaksanakan dan mengendalikan infrastruktur jalan nasional dengan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sebesar Rp 4 miliar, 157 juta 622 ribu.
Ketua Barikade ’98 Kepulauan Riau, Rahmad Kurniawan menyayangkan jika jalan yang sedianya masih baik dan layak dilewati harus dibongkar.
“Ini apa-apaan, jalan nasional masih bagus kok dibongkar-bongkar,” katanya dengan nada kesal, Minggu (22/5/2022).
Padahal kata pria yang akrab disapa Iwan Gondrong ini, masih banyak akses jalan nasional di Tanjungbalai Karimun yang perlu dikerjakan.
“Ini proyek pemborosan anggaran namanya,” ujar Rahmad.
Dirinya mempertanyakan terkait konsultan perencanaannya siapa, lantas yang mengusulkan siapa, serta pada waktu penyusunan konsultan pengawasannya bagaimana.
“Itu anggaran besar 4 miliar lebih. Itu uang negara, uang rakyat loh,” ungkapnya.
Seyogyanya kata Rahmad dibangunnya akses jalan nasional lainnya. Seperti jalan nasional yang ada di Tanjungbatu, atau di Moro, yang notabene merupakan akses yang banyak pelabuhan dan dermaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.
“Anggaran APBN tersebut dapat berkontribusi pada daerah-daerah yang membutuhkan akses jalan nasional,” paparnya.
Dirinya meminta aparat penegak hukum lainnya, seperti Kejaksaaan untuk mengawal sekaligus mengawasi proyek pemeliharaan jalan nasional tersebut.
“Perlu adanya pengawasan dari aparat penegak hukum, agar tidak terjadi penyimpangan anggaran,” sebut Rahmad.
Masih kata Rahmad, dirinya juga mempertanyakan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karimun, anggaran dari APBN tersebut, apakah melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK) atau Dana Bagi Hasil (DBH).
“Termasuk pengawasan proyeknya juga berasal dari mana, apakah dari pusat ataupun Provinsi,” katanya.
Intinya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karimun harus terbuka mengenai anggaran proyek pemeliharaan jalan nasional tersebut.
“Termasuk hotmix dan warm mix. Karena hotmix dan warm mixnya saja dimonopoli oleh satu perusahaan, yakni PT Papan Mas,” terang Rahmad.
Sehingga menurutnya tidak ada alasan untuk pemeliharaan jalan nasional yang masih bagus dan mulus.
“Kan bisa saja dibuatkan pelebaran jalan yang berada di sepanjang jalan menuju Lembah Permai, selanjutnya akses jalur ke Guntung Punak, jadi tidak ada alasan,” tandasnya.
Karena kata Rahmad, pihaknya ingin mengawal demokrasi. Bagaimana demokrasi dapat berjalan dengan baik dan lancar kalau pembangunannya seperti ini.
“Itu sudah tidak benar, jalan yang bagus dibongkar dan diacak, sementara jalan nasional lainnya dibiarkan begitu saja,” tandasnya.
Sementara itu salah satu warga bernama Fajar juga menyesalkan dengan dilakukannya preservasi jalan dan jembatan di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat tersebut.
Karena menurut pria yang kesehariannya berangkat kerja mencari nafkah melalui akses jalan nasional tersebut, jalan masih dalam kondisi bagus, bahkan sama sekali tidak ada lubang ataupun kerusakan aspal.
“Saya sering riwa-riwi lewat jalan nasional ini, padahal tidak ada kerusakan sama sekali, aspalnya masih bagus, heran saja,” gumamnya.
Saat dikonfirmasi terkait preservasi jalan dan jembatan di Sememal, Kelurahan Pasir Panjang, Kecamatan Meral Barat tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Karimun, Cahyo Prayitno, masih enggan berkomentar banyak.
“Ini ruas jalan nasional, penanganan dari Satker BPJN, dengan menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU), dan untuk panjangnya kita tidak tau penanganannya biasanya per sport,” ujarnya singkat melalui pesan WhatsApp. (Aman)


























