Kronologis Kejadian
Berawal dari informasi dari masyarakat di kampung aceh telah terjadi transaksi jual beli narkotika jenis shabu, kemudian Satresnarkoba Polresta Barelang langsung ke lokasi dan mendapati pelaku inisial A ada di lokasi dan di temukan 133 paket narkotika jenis shabu yang siap dijual oleh tersangka dengan harga antara Rp. 100.000.- sampai dengan Rp. 300.000.- Per paket.
“Kemudian terdapat 3 orang pembeli, karena disana juga ada tempat penyewaan bong dan sebagainya, tapi dari pemakai tersebut tidak di temukan narkotika, kemudian kita cek ternyata positif kemudian pemakai tersebut sudah kita rehab,” ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH
Berdasarkan Pengakuan dari Pelaku A, Narkotika Jenis Serbuk Kristal Sabu di peroleh dengan cara membeli dari seorang pria berinisial Mr. X (DPO) dengan harga Rp. 6.500.000, narkotika jenis serbuk kristal sabu untuk dijual dan diedarkan dan sisanya berhasil diamankan.
Untuk Kasus yang kedua Para Pelaku mengambil Narkotika jenis shabu seberat 1003 Gram dari perairan wilayah malaysia bersama temannya dengan naik speed boat mesin 40PK. Menuju Malaysia untuk menjemput Narkotika jenis shabu. Sesampai di Malaysia Pelaku bertukar Speed Boat bermesin 200PK yang didalam Speed Boat telah 1003 Gram yang sudah di siapkan oleh pemiliknya.
Setelah itu pelaku membawa speed boat bermesin 200PK tersebut ke wilayah perairan tanjung berakit Kab. Bintan Kepulauan Riau. Namun Setelah sampai di perairan tanjung berakit, Satresnarkoba Polresta Barelang yang bergabung dengan Ditpolairud berhasil menggagalkan penyeludupan Nerkotika jenis shabu 1003 Gram tersebut.
Kemudian terhadap pelaku M berhasil diamankan dan 1 Pelaku loncat ke laut masih DPO. Berdasarkan Pengakuannya Tersangka mendapat tawaran dari DPO untuk menjemput narkotika dengan upah Rp.25.000.000 apabila sampai tujuan.
Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH mengatakan dari pengungkapan pertama sudah kita sampaikan jangan ada lagi transaksi narkoba Ruli Kampung Aceh Muka Kuning Kec. Sei Beduk – Kota Batam pasti akan kita tindak. Rencana kedepan Polri akan koordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti TNI, BNN, Pemko Batam untuk bersama sama melaksanakan razia besar-besaran. Tempat tersebut akan kita sisir, satu persatu rumah- rumah yang di Ruli Kampung Aceh, apabila ditemukan akan kita tindak.
“Atas perbuatannya, para tersangka Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 112 Ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 dan paling lama 20 atau pidana mati, pidana penjara seumur hidup, ungkap Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto, SH, SIK, MH.(*)
Editor : Dedy Suwadha





























