Gema Kepri Pertanyakan Dugaan Korupsi SPAM Anambas 2014, Siapkan Aksi Demo ke Polda Kepri

92
Tongku Gema Kepri
Tongku April Koordinator Lapangan (Korlap)

BATAM – Dewan Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kepulauan Riau ( Gema Kepri ) akan menggelar aksi tentang dugaan korupsi atau rasuah proyek pembangunan sarana dan prasarana air minum ( SPAM Anambas ) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun anggaran 2014.

Tongku April Koordinator Lapangan (Korlap) aksi ini saat dikonfirmasi Wartakepri.co.id akan turun ke jalan depan kantor Mapolda Kepri untuk melakukan aksi tentang dugaan korupsi atau rasuah proyek pembangunan sarana dan prasarana air minum (SPAM) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun anggaran 2014 yang menelan anggaran kurang lebih 30 miliar rupiah.

“Benar bang kita akan turun ke jalan, surat pemberitahuan aksi sedang kami buat dan akan kita ajukan ke Polda Kepri sebagai pemberitahuan bahwa kami Gema Kepri akan melakukan Aksi di depan Mapolda Kepri, untuk tanggal belum bisa kami sebutkan,” ucapnya kepada Wartakepri.co.id, Kamis, (16/6/2022).

Honda Capella

Inilah pernyataan sikap yang akan disampaikan oleh Gema Kepri di depan Mapolda Kepri nantinya, bahwa Korupsi atau rasuah adalah tindakan pejabat public, baik politisi maupun pegawai negeri, serta pihak lain yang terlibat dalam tindakan itu yang secara tidak wajar dan tidak legal menyalahgunakan kepercayaan public yang dikuasakan kepada mereka untuk mendapatkan keuntungan sepihak.

BACA JUGA Menko Rizal Ingin Kapal 30 GT Diizinkan Tangkap Ikan Perairan Natuna

Berbagai kasus dugaan korupsi terus saja berdengung di hadapan public namun dalam hal penindakan masih menjadi tanda tanya, salasatunya dugaan korupsi proyek pembangunan sarana dan prasarana air minum (SPAM) Kabupaten Kepulauan Anambas tahun anggaran 2014 dengan anggaran mencapai Rp 15 miliar, namun tahun 2015 proyek ini bertambah menjadi Rp 30 miliar.

Dimana pekerjaan itu dimenangkan oleh PT. NJS sebagai pelaksana proyek pembangunan. Kami menduga adanya mark up dalam pengadaan water meter, pengadaan dan pemasangan reservoir baja kapasitas 300 M3 dan juga semua jenis pipa, baik pipa transmisi, pipa distribusi, pipa SR maupun aksesoris pipa tidak ditemukan pipa ber-SNI.

Berdasarkan hasil observasi lapanagan terhadap semua jenis pipa, baik pipa transmisi, pipa distribusi, maupun eksesoris pipa tidak ditemukan pipa ber SNI sebagaimana dimaksudkan pada spesifikasi pekerjaan. Informasi yang ketahui Gema Kepri, pada 2019 lalu Polda Kepri sudah mengumpulkan alat bukti dengan memeriksa kepada 32 saksi namun hingga saat ini perkembangan kasus tidak pernah ada lagi. (*)

Tulisan : Rama

FANINDO