Panen Durian Tanjungbatu, Batam Tujuan Pemasaran, Rafiq: Keuntungan Ratusan Juta

128
Durian Tanjungbatu Agrowisata, petik buah durian langsung dari pohon
Agrowisata, petik buah durian langsung dari pohon, di Kundur Tanjungbatu, Kabupaten Karimun Provinsi Kepulauan Riau, menjadi salah satu destinasi pariwisata.(Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Memasuki musim panen durian, petani di Tanjungbatu, Kundur, Kabupaten Karimun pendapatannya mulai meningkat.

Salah satunya petani bernama Joni Steve (58), warga Kecamatan Tanjung Berlian, Kundur Utara, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau.

Honda Capella

Di atas lahan kurang lebih seluas 5 hektar, dirinya berhasil mengembangkan tanaman buah durian, bersama dengan 7 orang petani lainnya.

“Bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup, sebanyak 25 ribu bibit tanaman buah-buahan, diantaranya berupa rambutan, durian, pinang serta bibit pohon manggis,” kata Joni, Rabu (22/6/2022).

Dimana menurutnya, untuk perawatannya sendiri cukup mudah, dan tidak membutuhkan biaya yang banyak.

“Tanpa bimbingan, otodidak dengan mengelola lahan durian bersama petani lainnya,” ungkap Joni.

Joni menambahkan, untuk kebun durian sendiri tidak perlu terlalu bersih, karena dapat mengurangi kesuburan dari tanaman pohon durian tersebut.

“Tidak perlu dicangkul, dirandap, serta biarkan adanya semak dan rumput untuk menjaga kelembaban pohon durian tersebut,” paparnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Bupati Karimun Aunur Rafiq merasa bangga dan senang. Dimana hasil perkebunan berupa durian asal Kundur, Tanjungbatu tidak ada tandingannya.

“Bicara tentang durian lokal, saya pribadi sudah berkunjung ke beberapa wilayah di Kepulauan Riau, seperti Tanjungpinang, Dabo Singkep, Bintan, Lingga, kalau durian di Kundur memang tidak ada lawan,” katanya.

Terlebih kata Bupati yang tertinggi yakni durian jenis duri hitam, yang harganya mencapai Rp 1 juta lebih, karena harganya Rp 350 ribu per kilogram tergantung dari besar kecilnya.

Kemudian masih kata Bupati, terdapat durian jenis musang king, durian udang merah, durian jenis 01, SO dan durian mana lagi serta masih banyak lagi jenis-jenis durian.

“Oleh karena itu, bagi masyarakat yang ada di luar Karimun, segera berkunjung ke Kundur, inilah saatnya untuk dapat merasakan lezatnya durian dari kebunnya langsung,” pinta Bupati.

Bupati menambahkan, dengan memiliki nilai-nilai ekonomis diharapkan masyarakat agar dapat menanam pohon yang mendatangkan pendapatannya, dengan memanfaatkan pekarangan rumah.

“Dengan nilai ekonomis yang tinggi dan tentunya untuk diekspor dan di jual ke luar pulau,” terang Rafiq.

Bupati menyebut, untuk panen buah durian sendiri selain dijual secara lokal, juga sebagian besar dibawa ke Kota Batam.

“Dan kita dapat melakukan survei, untuk satu kali musim durian, para petani durian dapat memperoleh ratusan juta hingga Rp 1 miliar lebih, dipotong dengan biaya operasional, pupuk dan lain sebagainya” papar Bupati.(Aman).

FANINDO