Tinjau Lokasi Banjir dan Tanah Longsor, Bupati Karimun Salurkan Bantuan Warga Terdampak

166
Bupati Karimun Aunur Rafiq
Bupati Karimun Aunur Rafiq menyambangi warga, sekaligus menyalurkan bantuan berupa paket sembako, imbas banjir dan tanah longsor di Teluk Air, Tanjungbalai Karimun.(Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Karimun Aunur Rafiq melakukan peninjauan pada sejumlah lokasi, dampak banjir dan tanah longsor, sejak Sabtu (25/06/2022) pagi.

Peninjauan oleh Bupati dimulai dengan menyambangi pasar malam serta ruas Jalan di bilangan Teluk Air, salah satunya Masjid Darrul Jannah.

Dibawah guyuran hujan dengan intensitas tinggi, Bupati didampingi oleh Ketua RT dan RW setempat, Lurah beserta Camat menjumpai warga terimbas bencana banjir tersebut.

Honda Capella

Menyikapi banjir yang terjadi, Bupati meminta Dinas Pekerjaan Umun dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Karimun untuk meninjau sejumlah titik yang menjadi pemicu banjir.

“Juga meminta unsur pemerintah kecamatan untuk melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak,” terang Bupati.

Selanjutnya, Bupati Karimun kembali melakukan peninjauan sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir.

Bantuan berupa paket sembako tersebut disalurkan langsung oleh Bupati Karimun secara simbolis kepada sejumlah warga di tiga RT dan satu RW di Kelurahan Teluk Air.

“Setelah melakukan peninjauan di beberapa titik sejak pagi, selanjutnya menyalurkan bantuan 135 paket sembako kepada warga kita yang terdampak,” paparnya.

Bupati Karimun menyampaikan Kelurahan Teluk Air menjadi salah satu titik terdampak banjir yang tergolong berat.

“Banjir di Teluk Air ketinggiannya sampai dada orang dewasa, ini alasan kenapa kita lebih dahulu menjumpai warga disini,” ujar Bupati.

Bupati menyampaikan pemerintah daerah juga akan menyalurkan bantuan kepada warga-warga terdampak lainnya di Pulau Karimun Besar.

“Kita sudah mendata titik-titik yang warganya sangat terdampak, Insha Allah pada hari Senin sudah disalurkan,” pungkasnya.

Bupati dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena belum sepenuhnya mampu menangani banjir, terlebih disaat hujan deras dengan intensitas tinggi.

“Banjir seperti ini memang tidak selalu datang, namun pemerintah daerah tentu akan berupaya untuk meminimalisir musibah banjir ini, seperti dengan peningkatan atau normalisasi drainase,” sebut Bupati.

Untuk wilayah pasar malam sendiri, kata Bupati akan segara dibangun drainase hingga pelabuhan Sri Tanjung Gelam (KPK), sebagai upaya untuk meminimalisir terjadinya banjir.

“Drainase kita bangun di pasar malam yang akan membelah jalan sampai pelabuhan Sri Tanjung Gelam, agar tidak terjadi banjir lagi, sekarang sudah tahap lelang dan tahun ini akan segara dikerjakan,” ujarnya.

Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk senantiasa waspada dan ikut bersama pemerintah dalam mencegah terjadinya banjir.

Salah satunya kata Bupati, dengan berkolaborasi untuk membersihkan drainase dari sampah yang kerap memicu terjadinya banjir.

“Sampah-sampah yang menghambat drainase salah satu penyebab terjadinya banjir, pemerintah tidak bisa sendiri jika hanya mengandalkan petugas. Untuk itu mari bersama-sama kita berperan menangani permasalahan ini,” katanya.

Bupati menambahkan, melalui kebiasaan untuk tidak membuang sampah sembarangan dan melakukan gotong royong di daerah masing-masing, sehingga terciptanya lingkungan yang bersih, sehat dan terbebas dari banjir.

“Kesadaran masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sekitar,” tandasnya.(rls/Diskominfo)

FANINDO