Pesan Wabup Lingga Neko Wesha usai Sholat Idul Adha1443 H di Lapangan Merdeka

242
Pesan Wabup Lingga Neko Wesha usai Sholat Idul Adha1443 H di Lapangan Merdeka
Pesan Wabup Lingga Neko Wesha usai Sholat Idul Adha1443 H di Lapangan Merdeka

LINGGA – Wakil Bupati Lingga Neko Wesha Pawelloy hari ini melaksanakan Sholat Idul Adha 1443 H di Lapangan Merdeka Dabosingkep, bersama beberapa keluarga dan masyarakat anggota Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Lingga yang dimulai sejak pukul 08.00 pagi tadi.

Meskipun melaksanakan sholat Idul Adha lebih awal dari ketentuan pemerintah, namun Wakil Bupati Lingga berpesan kepada masyarakat untuk tetap menjaga soliditas dan persatuan walau ada perbedaan waktu dalam menjalankan Ibadah Sholat Idul Adha.

“Hari ini kami lebih dulu sholat Idul Adha, tapi hari rayanya kita rayakan besok sama-sama dengan masyarakat lainnya, dan malam nanti kita takbiran sama-sama, yang besok sholat Ied mari kita ramaikan sama-sama, dan yang hari ini sudah sholat ied, sama-sama besok kita tunggu saudara kita yang sholat setelah itu kita silaturahmi,” ujarnya.

Honda Capella

Menurut Wakil Bupati Lingga perbedaan dalam penentuan hari raya Idul Adha bukan baru tahun ini terjadi, namun beberapa kali pada tahun yang berbeda juga pernah dan sering terjadi, namun hal itu tidak membuat umat Islam khususnya Muhammadiyah dan NU atau jamaah Ormas Islam lainnya menjadi terpecah belah di Kabupaten Lingga.

“Kita tetap bersatu dan saling menghargai antar sesama umat Islam, soal perbedaan waktu hanya soal teknik dan keyakinan dalam penentuan hari Raya Idul Adha dan juga Idul Fitri atau awal puasa, dan ini saya alami dari kecil,” ujarnya.

Neko Wesha Pawelloy juga berpesan kepada masyarakat Kabupaten Lingga untuk menjadikan momentum hari raya Idul Adha sebagai salah satu pedoman untuk meniru apa yang telah di korbankan oleh Nabi Ibrahim Alaihissalam yang memiliki makna yang begitu berkesan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan semangat dalam membangun Kabupaten Lingga dan Kepulauan Riau yang lebih baik lagi dengan pengorbanan untuk kebermanfaatan.

“Kite jadikan semangat Berkurban di Hari Raya Idul Adha ini, sebagai semangat mementum pengorbanan kita dalam menjaga ukhuwah persatuan mewujudkan Kabupaten Lingga yang gemilang. Dengan mengorbankan harta, tenaga dan fikiran kita untuk kesejahteraan umat,” ujarnya. (*)

Kiriman : Ravi Azhar

FANINDO