

ANAMBAS – Gubernur Kepri, Ansar Ahmad secara resmi membuka perhelatan MTQ ke-IX tingkat provinsi di Masjid Agung Baitur Ma’mur Kabupaten Kepulauan Anambas, Kamis (14/7/2022).

Momentum MTQ se Kepri ini Gubernur Ansar menyampaikan, perhelatan MTQ bertujuan untuk mencipatakan generasi qur’ani, sehat, ekonomi kuat, makmur, berdaya saing dan berbudaya
“Inilah tujuan utama kita untuk melaksanakan MTQ, disisi lain, kita juga bisa bersilaturahmi satu sama lain. Karena ini para pesertanya terdiri dari 7 kabupaten/kota di Kepri,” ucap Ansar Ahmad.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan kompang oleh Gubernur yang didampingi oleh Forkopimda, Bupati dan Wakil Bupati serta Walikota dan Wakil Walikota se Kepri.
Ansar menegaskan bahwa hasil MTQ bukan sekedar untuk juara, namun lebih melakukan pembinaan untuk qori-qoriah yang lebih berkualitas. Pasalnya, para pemenang qori-qoriah akan menjadi duta Kepri pada perhelatan MTQ Nasional.

“Oktober mendatang, kita akan mengikuti MTQ Nasional. Maka dari itu, kita semua punya tanggungjawab yang sama untuk melakukan pembinaan kepada generasi kita,” jelasnya.
Ansar juga menyinggung bahwa Provinsi Kepri sudah memiliki training center sebagai pusat pelatihan dan pembinaan qori-qoriah di Kepri. Untuk itu LPTQ harus bisa melakukan pembinaan yang melahirkan generasi yang berkualitas.

“Seharusnya MTQ Provinsi ini diikuti 387 peserta, namun yang ada hanya 343 peserta. Artinya minus 44 agar semua cabang dan bidang terisi. Ini tugas LPTQ, agar semua cabang itu terisi,” ungkapnya.
Gubernur Ansar juga meminta para dewan hakim agar melakukan penilaian secara objektif tanpa ada intervensi dari pihak manapun.

“Apalagi kita ada 10 dewan hakim dari nasional, maka dari itu kami harap dewan hakim harus independen. Sehingga qori-qoriah punya kualitas,” tegasnya.
Sementara, Ketua Umum LPTQ Provinsi Kepri, Marlin Agustin yang diwakilkan oleh Tengku Afrizal Dahlan menyampaikan, tugas berat LPTQ Kepri untuk mewujudkan generasi yang qurani dan bisa mengamalkan isi Alquran.

“Tugas berat itu harus kita tuntaskan bersama, yaitu LPTQ Kabupaten/Kota juga harus melakukan pembinaan kepada generasi kita. Sehingga terwujud generasi qurani, sehat, berdaya saing dan berbudaya,” terangnya.

Tengku mengingatkan, agar kegiatan MTQ jangan dijadikan kegiatan tahunan semata. Namun ada tujuan yang harus dicapai.
“Jangan kita sampai terjebak pada kegiatan seremonial. Tetapi kita harus melakukan pembinaan kepada generasi kita, agar lebih berkualitas, religius, rukun dan damai,” terangnya. (*)
Laporan: Rama
Editor: Yusuf Riadi





























