RN Racik Narkotika Dari Semen dan Elemen Batu Baterai, Erwin: Sudah Terjual 800 Butir

Ketiga tersangka peracik narkotika jenis pil ekstasi saat digelandang menuju sel tahanan Mapolres Karimun.(Foto : Aman)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Ada-ada saja kelakuan peracik narkotika jenis ekstasi di Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau ini.

RN (57) bersama dengan rekannya NL dan MS, sudah setahun mengolah adonan barang haram tersebut dengan menggunakan bahan campuran semen dan isi dari elemen batu baterai.

Para tersangka berhasil diamankan pada salah satu hotel di bilangan Kecamatan Tebing pada Sabtu tanggal 25 Juni 2022 lalu.

“Para tersangka sudah setahun melancarkan aksinya sebagai peracik narkotika jenis pil ekstasi di rumahnya,” terang Waka Polres Karimun, Kompol Syaiful Badawi saat menggelar konferensi pers pada, Jumat (22/7/2022).

Dari tangan ketiga tersangka tersebut kata Badawi Polisi menyita sejumlah barang bukti berupa 258 butir, yang diracik menggunakan bahan-bahan farmasi yang dibelinya dari apotik.

“Diduga pil ekstasi berbentuk bulat berwarna abu-abu dengan berat bersih 141 gram,” paparnya.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kasat Resnarkoba Polres Karimun, AKP Elwin Kristanto menyebut, para tersangka tidak hanya menggunakan racikan dari bahan-bahan farmasi saja, akan tetapi juga terdapat bahan campuran dari semen dan isi dari elemen batu baterai.

“Sudah sempat diedarkan sebanyak 800 butir, dan per butirnya dijual dengan harga Rp 300 ribu,” paparnya.

Dari pengembangan, kata Elwin Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun berhasil mengamankan dua orang tersangka pengedar narkoba, masing-masing berinisial HI dan NN.

“Juga masih mengejar satu orang tersangka lain yang menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO), dengan inisial B,” pungkasnya.

Semetara itu, tersangka RN mengakui seluruh perbuatan.

“Iya saya racik bersama teman, dan belajar secara otodidak selama setahun terakhir ini,” akunya singkat saat digelandang menuju sel tahanan Mapolres Karimun.

Para tersangka yang nekat meracik narkotika jenis pil ekstasi tersebut akan dijerat dengan Pasal 196 Jo Pasal 197, Undang-undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009, tentang kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.(Aman)

FANINDO

Honda Capella