Kris Wiluan: Pertama di Indonesia Pembuatan Jacket dan Topside Milik PT Medco Energi di Batam

635
Kris Wiluan dan Belinda Citramas Group

FANINDO

BATAM – Pertama dibuat di Indonesia Pembuatan Jacket dan Topside tipe Modular Brace Monopod selesai dikerjakan di Kota Batam. Hal ini disampaikan oleh Kris Wiluan CEO Citramas Group. Project ini bagian dari Belida Development Project yang merupakan proyek pengembangan lapangan Molong dan Belida North East (NE).

Lapangan Malong dan Belida NE merupakan prospek lepas pantai yang berada di Blok B Laut Natuna. Malong dan Belida NE merupakan lapangan gas dimana memiliki kedalaman air rata-rata sekitar 90 meter.

Project ini milik PT Medco Energi Internasional yang dikerjakan oleh PT Timas Suplindo bersama PT Citra Tubindo Engineering (CTE) di kawasan Industrial Citramas Group Kabil.

“Tipe Modular Brace Monopod ini pertama kali dikerjakan di Indonesia. Bahkan, pengerjaan lebih cepat dari yang di Malaysia,” kata Kris Wiluan CEO Citramas Group, Jumat (23/9/2022) dalam sambutannya.

Video Proses Editing Youtube WartaKepri TV:

Hadir juga dalam acara Sail Away Ceremony di Citra Nusa Kabil Port diantaranya Achmad Riad Kepala Divisi Management Aset SKK Migas, Sunu Broto Wusono, Senior Manager Project Delivery Offshore PT Medco Energi dan Tiopan VP Offshore PT Timas Suplindo, serta pihak Bea Cukai Batam dan Bea Cukai Tanjung Balai Karimun

Sebelumnya, proyek pembuatan jacket tipe “ZEEpod” dan topside dikerjakan di negara tetangga, Malaysia

Kris berharap, proyek ini dapat terus berlanjut ke depannya.

Ia ingin Kota Batam bisa berkontribusi untuk proyek migas yang ada dan dapat membuktikan bahwa produk dalam negeri juga tak kalah dari luar negeri.

“Penyerapan tenaga kerja juga lebih banyak. Semoga ini bisa berkembang terus karena energi perminyakan sudah mulai pulih. Proyek ini pun juga tak terlepas dari dukungan pemerintah daerah yang ada,” pungkasnya.

Untuk total nilai proyek sendiri ditaksir sekitar 40 sampai 50 juta USD.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam menyambut baik pengerjaan proyek eksplorasi minyak dan gas (Migas) Belida North East (NE) dan Malong. Bukan tanpa alasan, proyek sendiri melibatkan tiga perusahaan besar, di antaranya adalah PT Citra Tubindo Engineering (CTE), PT Timas Suplindo, dan PT Medco Energi Internasional.

Dalam prosesnya, ketiga perusahaan itupun memiliki tugas berbeda pada proyek lepas pantai yang berada di Blok B Laut Natuna tersebut.

Proses fabrikasi dilakukan oleh PT CTE. Sedangkan instalasi menjadi tanggung jawab PT Timas Suplindo.

Untuk pengoperasian diserahkan oleh PT Medco Energi Internasional selalu pemilik konsesi yang diberikan oleh Pemerintah Indonesia melalui SKK Migas untuk melakukan eksplorasi di Lapangan Maling dan Belida North East (NE).

“Semoga proyek ini berlanjut. Sebab, bisa menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Pengerjaannya pun memberikan nilai tambah untuk Batam, karena dikerjakan anak-anak dalam negeri,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Batam, Jefridin Hamid, usai acara “Sail Away Ceremony” digelar di Pelabuhan Citranusa, Kabil, Jumat (23/9/2022).

Jefridin berharap, proyek ini dapat mengharumkan nama Batam di dunia luar.

Apalagi pengerjaan proyek sendiri merupakan yang pertama kalinya di Indonesia.

“Pemerintah tentu mengapresiasi betul proyek ini,” tambahnya.

Jacket dan Topside sendiri merupakan tipe Modular Brace Monopod dengan 3 level deck dengan total berat sekitar 1800 Ton per unit. Pengerjaan untuk 2 unit Jacket dan Topside dilakukan dalam kurun waktu 12 bulan.

Proses pemasangan Jacket oleh Timas Suplindo dilakukan dalam kurun waktu 11 hari. Desain jacket ini menggunakan design “ZEEpod” dimana jacket sendiri dibuat dalam 3
potongan serta dilakukan penyambungan pada saat instalasi offshore.

Design tipe seperti ini untuk yang pertama kali di fabrikasi di Indonesia oleh PT CTE, pemasangan oleh perusahaan Indonesia PT Timas Suplindo, pengoperasian oleh K3S Indonesia Medco Energy. (*)

Editor : Dedy Suwadha

Honda Capella