Nuryanto: Ada Warga Teriak karena Pelayanan Moya, Kontrak Bisa Ditinjau Ulang

1099
Nuryanto dan Pelayanan Moya
Nuryanto dan Pelayanan Moya

FANINDO

BATAN – Belakangan warga Batam mengeluhkan buruknya pelayanan air bersih di Batam yang kini dikelola konsorsium PT Moya Indonesia. Mulai dari lambatnya respon, susahnya mendapatkan penyambungan baru, hingga belum meratanya tekanan air di beberapa daerah yang membuat warga kesulitan mendapatkan air bersih.

Menanggapi aduan masyarakat tersebut, Ketua DPRD Kota Batam, Nuryanto mengimbau pihak pengelola saat ini jangan diam saja. Seharusnya memberikan respon yang cepat aduan dari masyarakat. Jangan sampai warga teriak-teriak dulu, kemudian baru ditanggapi. Sedangkan warga memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan air bersih.

Dikatakannya, seharusnya dalam pengelolaan air bersih saat ini semestinya harus lebih baik dari sebelumnya, karena semua fasilitas sudah tersedia. Jangan sampai pengelolaan saat ini lebih buruk dari sebelumnya.

“Prinsipnya, hari ini harus lebih baik dari hari sebelumnya. Warga teriak-teriak artinya ada masalah. Seharusnya segera jelaskan,” kata Nuryanto, ditemui di DPRD Kota Batam, Kamis (6/10/2022) kemarin.

BACA JUGA PT Moya Indonesia Kembali Menang Lelang sebagai Operator SPAM Batam

Contohnya lanjut Nuryanto, warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan penyambungan baru.

“Seharusnya dijelaskan pada masyarakat,” kata Nuryanto.

Tak hanya pada konsorsium Moya, Nuryanto juga menyarankan BP Batam selaku penanggung jawab dalam pengelolaan air bersih di Batam juga mengambil tindakan.

Disaat ditanya tentang kontrak kerja dalam pengelolaan air besih di Batam kata Nuryanto, pihaknya memang tidak mengetahui secara detail. Namun, sebagai wakil rakyat punya kewajiban menyampaikan masukan dan juga keluhan dari masyarakat. Dan apabila dinilai pengelolaan air bersih saat ini tak sesuai dengan harapan masyarakat bisa saja kontrak yang sudah dilakukan ditinjau ulang.

“Kontrak bisa ditinjau, bisa aja, kenapa tidak. Warga teriak berarti ada masalah,” tegasnya.

Sementara belum ada jawaban dari pihak Moya Indonesia terkait masalah tersebut.(r/ara)

Honda Capella