Anggota DPRD Kepri Uba Ingan Sigalingging Desak Dana Sekolah Diawasi Ketat

Uba Ingan Sigalingging DPRD Kepri

HARRIS BARELANG

BATAM – Kasus SMKN 1 Batam menjadi sekolah kedua yang bermasalah dengan pengelolaan dana BOS, setidaknya yang dibongkar aparat hukum dalam dua tahun terakhir. Tahun lalu, Kejaksaan Negeri Batam membongkar kasus serupa di SMAN 1 Batam. Tersangkanya sama-sama Kepala Sekolah.

Kejari menyebut untuk kasus SMKN 1 Batam merugikan negara sebesar Rp469 juta untuk periode 2017, 2018 dan 2019. Sedangkan untuk kasus SMAN 1 Batam, kerugian negara mencapai Rp830 juta untuk penyelewengan dana 2017, 2018 dan 2019.

Menanggapi kasus ini, Anggota DPRD Provinsi Kepri Kepri Uba Ingan Sigalingging angkat bicara soal penyelewengan dana BOS. Ia mendesak Dinas Pendidikan Kepri untuk mengawasi pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di semua sekolah.

Menurut politisi Hanura itu, terungkapnya kasus korupsi dana BOS di SMAN 1 dan SMKN 1 Batam menjadi tamparan keras untuk Dinas Pendidikan agar berbenah. Ia meminta Dinas Pendidikan melakukan evaluasi dan pengawasan terkait penggunaan anggaran. “Ini bisa menimbulkan penyalahgunaan kalau tidak ada pengawasan secara ketat,” kata dia saat dihubungi, Rabu 19 Oktober 2022.

Ia juga menilai perlu adanya penanganan khusus kepada kepala sekolah seperti sosialisasi anti korupsi dan rotasi rutin kepala sekolah. “Persolan psikologis kepala sekolah harus diperhatikan juga. Tidak musti masalah kinerja. Jadi perlu adanya evaluasi kalau dia terlalu lama akan menimbulkan hal-hal yang negatif. Jadi sekolah itu sulit dilakukan perbaikan,” katanya.

Ia juga meminta Inspektorat Provinsi Kepri melakukan pengawasan dan mendorong agar kasus serupa tak terulang kembali. Sebab, kejadian seperti ini sangat mencoreng dunia pendidikan. Pihak inspektorat Kepri juga harus tegas dan tak melakukan pembiaran terhadap kasus yang ada.

“Jadi dengan kejadian ini harus melakukan langkah proaktif agar kejadian ini tak terulang lagi. Di mutasi atau apa jadi jangan dibiarkan begitu saja,” katanya. “Inspektorat kalau seperti itu kerjanya harus diperiksa juga,” lanjutnya.(*)

FANINDO

Honda Capella