PIALA DUNIA – Pada laga Piala Dunia Qatar 2022 ini, Timnas Inggris terkesan sebagai pelengkap pertandingan. Tim Inggris masuk penyisihan Grup B bersama, Amerika, Iran dan Wales. Laga laga tim grup B sendiri jarang jadi perbincangan, hanya partai Amerika melawan Iran yang menjadi pembicaraan karena mendapat tanggapan dari Presiden Amerika Joe Biden.
Tim Inggris sejauh ini belum terasa mendapatkan lawan seimbang. Tim Iran dan Amerika sama sama diketahui tim kuat di zona masing masing. Sedangkan Wales, bisa dikatakan sebagai negera masuk wilayah Inggris Raya.
Baru pada pertandingan 16 Besar melawan Senegal, Inggris menunjukan sebagai Tim bintang Liga Inggris. Inggris mengubur Senegal dengan skor 3-0 pada laga di Al Bayt Stadium, Senin, 5 Desember 2022
Pendukung Nunggu Keajaiban
Sebelum digelarnya Piala Dunia Qatar, harapan Pecinta Bola Inggris sempat ada asa raih tropi pada Piala Eropa 2020. Namun, slogan kembali ke rumah gagal terwujud. Sejak itu juga target suporter di piala dunia Qatar tidak seheboh waktu Piala Eropa 2020 lalu.
Dan, ada dugaan Tim Inggris tidak spesialis dalam laga bersifat turnamen. Dimana, peluang judi dan hasil yang akan menguntungkan cuan besar bagi tim bisa saja mempengaruhui prestasi diakhir turnamen.
” Inggris itu terkesan, tim yang kalau cuan besar judinya bisa saja mengalah,” papar seorang pengamat Bola beberapa waktu lalu.
Apakah, situasi cuan akan mempengaruhi Inggris pada laga laga 8 besar atau kalau lolos pada laga menuju final akan mempengaruhui lagi. Pencinta bola harus pandai menyimak setiap keputusan wasit dan pelatih Inggris sepanjang pertandingan.
Tim Inggris Cuma Tim Favorit
Banyak pecinta sepak bola selalu menunggu sepak terjang Timnas Inggris. Bukan tanpa alasan, setidaknya mereka memiliki aroma gemerlap yang berasal dari kompetisi Premier League.
Yup, Timnas Inggris nyaris identik Liga Inggris. Nama besar Timnas Inggris menjadi pertaruhan terhadap ‘kemewahan’ kompetisi domestik. Dikabarkan, pemain Inggris percaya diri, bahkan Tiga Singa maju tak gentar dan tak takut dengan Brasil, Argentina, atau Prancis.
Inggris memang masuk daftar favorit, tapi kalau jadi juara sepertinya masih jauh panggang dari api.
Namun, Gareth Southgate, sang pelatih, tetap pada pendiriannya bahwa Inggris memilih fokus ke final ketimbang memusingkan para pesaing.
“Menuju final tentunya sangat sulit. Tapi kalau kami bisa sampai ke sana, kami pasti bisa memenangkannya (juara),” kata Southgate.
Keyakinan Southgate mengindikasikan Inggris siap berpesta ria di Qatar. Publik pasti ingin merasakan apa yang pernah mereka rayakan di Stadion Wembley kala memenangkan Piala Dunia 1966.
Kane Pemain Kunci
Kane masih merupakan pemain kunci Inggris di Piala Dunia 2022. Empat tahun silam di Rusia, di ajang Piala Dunia 2018, Inggris yang sempat tak masuk unggulan secara mengejutkan justru merengkuh semifinal.
Kane, tak terbantahkan lagi, merupakan sosok protagonis di balik kedigdayaan Tiga Singa waktu itu. Kane mengukuhkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak dengan enam lesakan.
Inggris memang bertabur bintang, termasuk di antaranya beberapa talenta muda berbakat macam Mason Mount dan Jude Bellingham. Selain keduanya, Inggris juga punya gelandang serang yang bisa diandalkan yakni Jack Grealish.
Namun, tanpa meremehkan mereka, sepertinya Kane masih menjadi andalan sekaligus tumpuan. Soalnya, selain kaya pengalaman, tombak berusia 29 tahun itu kemungkinan besar juga masih dipercaya sebagai kapten.
Sebagai bintang dan kapten, Kane optimistis. Meski menuju singgasana juara tak semudah menghela nafas, Kane hakulyakin Inggris tak akan menangis. “Kami memiliki tim yang hebat dan kami menjadi salah satu favorit,” kata Kane.
Prestasi Pelatih Gareth Southgate
Revolusi Southgate! Sempat diragukan terkait penunjukan dirinya sebagai pelatih pada 2016, ia tak butuh waktu lama untuk membungkam para pencemooh. Hanya dua tahun, Southgate kembali mengibarkan panji-panji kebesaran The Three Lions di hajatan terakbar empat tahunan: peringkat empat Piala Dunia 2018.
Pencapaian itu sama dengan langkah mereka di Piala Dunia 1990. Bayangkan, 28 tahun kemudian baru Southgate-lah yang mampu melakukannya lagi.
Lalu, di ajang Euro 2020, juru taktik yang sempat dipandang sebelah mata lantaran minim pengalaman melatih itu kembali membawa Inggris ke final. Jika saja mereka bisa menggebuk Italia, Southgate menjadi nakhoda pertama yang berhasil mempersembahkan gelar Piala Eropa bagi Inggris.
Tapi peringkat kedua juga sebuah prestasi mengagumkan, sebab di edisi-edisi sebelumnya Inggris cuma sampai peringkat ketiga. Bagaimana di Qatar nanti, apakah bisa juara? “Kami berada di jalur yang benar menuju itu,” tandas Southgate.

Susunan Pemain Inggris
– Kiper: Jordan Pickford, Nick Pope, Aaron Ramsdale
– Bek: Trent Alexander-Arnold, Conor Coady, Eric Dier, Harry Maguire, John Stones, Luke Shaw, Kieran Trippier, Kyle Walker, Ben White
– Gelandang: Jude Bellingham, Conor Gallagher, Jordan Henderson, Mason Mount, Kalvin Phillips, Declan Rice
– Penyerang: Phil Foden, Jack Grealish, Harry Kane, James Maddison, Marcus Rashford, Bukayo Saka, Raheem Sterling, Callum Wilson
Prediksi 8 Besar Inggris vs Prancis
Data dari head to head Inggris Vs Prancis, Prancis lebih unggul. Dalam 7 pertandingan terakhir sejak tahun 2000 silam Prancis sukses menang 4 kali dan Inggris hanya 1 kali. Sementara 2 laga berakhir imbang.
Head To Head:
– 2017 France 3-2 England
– 2015 England 2-0 France
– 2012 France 1-1 England
– 2010 England 1-2 France
– 2008 France 1-0 England
– 2004 France 2-1 England
– 2000 France 1-1 England
Dan untuk laga 8 Besar Inggris melawan Prancis pada Minggu 11 Desember 2022 pukul 02.00 dini hari perkiraan skor imbang hingga babak perpanjangan waktu. Jika adu penalti perdiksi 70 persen kemenangan untuk Inggris. (*)
Editor : Dedy Suwadha






























