Tertipu Beli Mobil Bekas Banjir, Apa yang Harus Dilakukan?

Tertipu Beli Mobil Bekas Banjir
Tertipu Beli Mobil Bekas Banjir, Apa yang Harus Dilakukan

HARRIS BARELANG

Selain minim cacat, memastikan kendaraan yang hendak dibeli bebas banjir menjadi hal lain yang penting dilakukan saat hendak membeli mobil bekas. Namun, apa jadinya jika Anda menjadi “korban” membeli mobil bekas terendam banjir?

Tentu saja, Anda bisa mendapatkan kendaraan yang dibeli mulai bermasalah, terutama di bagian mesinnya. Jika Anda mendapati kondisi tersebut sebelum masa garansi berakhir, maka dapat segera memprosesnya hingga ke jalur hukum.

Sementara itu, jika kondisi tersebut dialami setelah masa garansi berakhir, Anda tidak bisa menyelesaikan masalah lewat jalur hukum. Karena itu, jika Anda mengalami hal tersebut, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Berikut ini adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan jika membeli mobil bekas terendam banjir, di antaranya:

1. Membersihkan Seluruh Bagian Mobil Sisa Banjir
Seperti dipaparkan https://wartakepri.co.id/2021/01/29/suzuki-beri-servis-mobil-dan-motor-gratis-untuk-korban-banjir/, umumnya diler akan memberi servis gratis bagi pemilik kendaraan yang menjadi korban banjir.

Lain halnya jika Anda tak lagi mendapatkan program layanan tersebut, maka harus segera melakukan “bersih-bersih” sendiri di seluruh bagian kendaraan.

Sebab, air dan lumpur yang sudah merendam mobil harus dibersihkan menyeluruh dengan melepas dan membersihkan seluruh bagian yang terkena banjir dengan air bersih atau vacuum, terutama di bagian interior.

Jika Anda sudah memastikan bagian tersebut bersih, langkah selanjutnya yang dapat dilakukan adalah membawa kendaraan ke salon. Selain membuat kendaraan wangi, pastikan teknisi kendaraan juga mencopot dan membersihkan seluruh bagian mobil.

2. Pastikan Kondisi Karpet dan Karpet Dasar Kering Total
Penyebab bau tak sedap pada kendaraan korban banjir adalah karena montir saat melakukan restorasi mobil bekas banjir tidak tuntas mengeringkan karpet maupun karpet dasar di mobil tersebut.

Bukan tak beralasan, hal itu dapat disebabkan rekondisi interior yang lebih sulit dari mesin mekanikal, terutama untuk kendaraan asal Eropa yang umumnya dilengkapi karpet dasar dan busa tebal-tebal.

Tak hanya melakukan vacuum saja, Anda juga bisa menjemur karpet-karpet interior kendaraan langsung terkena paparan sinar matahari.

3. Pastikan Bagian Kelistrikan Tidak Mengalami Kerusakan
Hal lainnya yang tak kalah penting dilakukan adalah memastikan bagian ECU mobil atau komponen yang menjadi sirkuit elektronik dan mengendalikan aktuator yang mengganti sistem mekanis tidak mengalami kerusakan.

Buat menyelematkan ECU mobil yang ikut terendam banjir, maka Anda bisa membersihkan dan mengerjakannya dengan sabar.

Untuk mengetahui mobil bekas terendam banjir tidak ada indikasi fail atau kerusakan pada sistem kelistrikannya, Anda dapat mengeketahui dari melihat indikator di panel meter mobil.

4. Lengkapi dengan Asuransi Mobil All Risk
Setelah memastikan seluruh komponen interior mobil hingga pelistrikan aman, langkah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah memproteksi kendaraan dengan asuransi mobil.

Berdasarkan https://glints.com/id/lowongan/asuransi-mobil-kendaraan/#.Y7_MfnZBzrc, asuransi kendaraan bisa menanggung beragam biaya tidak terduga yang dialami mulai dari lecet, kaca pecah, mesin rusak, cat pudar, mesin mogok, dirusak oleh orang lain, hingga fenomena atau bencana alam.

Karena itu, pastikan Anda memiliki proteksi kendaraan dengan jenis All Risk yang mencakup perluasan dari kerusakan alam, termasuk akibat banjir. Pasalnya, jenis asuransi satu ini akan menanggung biaya perbaikan mobil dan kerugian yang ditimbulkan.

Buat Anda yang ingin memiliki perlindungan menyeluruh, bisa mengetahui detail cover All Risk selengkapnya. Hal itu dilakukan agar bisa mendapatkan produknya yang sesuai kebutuhan dan kemampuan keuangan Anda.

Itulah hal-hal yang bisa dilakukan jika menjadi “korban” membeli mobil bekas yang terendam banjir. Semoga informasi di atas bermanfaat! (*/dv)

FANINDO

Honda Capella