Tugu Prasasti TMMD 117 Jadi Saksi Kemanunggalan TNI Bersama Rakyat di Buru

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-117 wilayah perbatasan Kodim 0317/Tanjungbalai Karimun terus digesa.

Baik sasaran fisik maupun nonfisik terus digarap, terjalinnya sinergitas antara TNI Angkatan Darat bersama rakyat.

Kali ini, Tim Satgas TMMD melaksanakan pembangunan Tugu Prasasti TMMD ke-117, tepat di depan pembukaan jalan baru Pulau Buru, Kelurahan Lubuk Puding, Kecamatan Buru, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pasiterdim 0317/TBK Kapten Inf Pahrianto menjelaskan, pembangunan Tugu Prasasti TMMD ke-117 tersebut menandakan bahwa, di Pulau Buru pernah melaksanakan kegiatan Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD).

“Tugu Prasasti yang dibangun jadi saksi, bahwa di Desa ini pernah ada pembangunan dengan cara bergotongroyong,” ungkap Pahrianto, Selasa (1/8/2023).

Pahrianto menambahkan, semua kenangan dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang pernah terjalin bersama masyarakat pada program TMMD di kemas melalui Prasasti tersebut.

“Dengan berdirinya Tugu tersebut, menjadikan cerminan dan motivasi kepada warga agar tetap menjaga dan melestarikan budaya gotong royong,” paparnya.

Pahrianto menyebut, pembangunan Tugu Prasasti TMMD dapat ditelisik lebih dalam lagi, dimana terdapat pelbagai logo instansi.

“Dimana sebagai tanda bahwa TNI Angkatan Darat bekerja sama dengan pemerintah daerah Kabupaten Karimun serta stakeholder terkait lainnya dalam melaksanakan program TMMD di wilayah perbatasan tersebut,” tutur Pahrianto.

Pembangunan Tugu Prasasti TMMD ke-117 wilayah perbatasan Kodim 0317/Tanjungbalai Karimun, jadi saksi bahwa di Desa tersebut pernah ada pembangunan dengan cara bergotongroyong.(Foto: Istimewa)

Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah seorang warga Kelurahan Lubuk Puding, Zamzuri menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi Tim Satgas TMMD yang telah berjibaku membangun daerahnya.

“Tim Satgas TMMD tidak hanya membangun Tugu TMMD saja, akan tetapi banyak pembangunan lainnya seperti progam Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), akses jalan baru serta sasaran fisik dan nonfisik lainnya,” kata Zamzuri.

Zamzuri bersama warga lainnya berharap agar, pembangunan jalan baru serta pembangunan lainnya tersebut dapat bermanfaat dan berguna bagi warga Pulau Buru.

“Yang pasti mampu meningkatkan perekonomian dan pendapatan masyarakat. Karena dipermudah dengan adanya akses jalan untuk mobilisasi hasil perkebunan dan palawija,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News