Home Berita Utama Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong

Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong

Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong
Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

BINTAN – Apa yang akan Anda tanam jika memiliki lahan seluas 100 hektar? Sawit, durian, kelapa, atau singkong mungkin? Namun, Ady Indra Pawennari, seorang wartawan, pengusaha muda, dan Ketua Komunitas Pecinta Mangrove Indonesia, memilih jalur yang berbeda. Dia memutuskan untuk menanam pohon mangrove di lahan seluas 100 hektar miliknya di Sungai Tiram, Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.

Terletak di daerah rawa dekat Teluk Bintan, lahan tersebut kini telah berubah menjadi ‘kebun’ mangrove yang teratur. Ady telah menanam pohon mangrove di sana sejak tahun 2010.

BACA JUGA: Road HPN 2024: PWI Kepri dan KPMI Tanam 50 Ribu Pohon Mangrove di Bintan, Didukung Ricoh Group dan YL Forest City Ltd

“Sejak tahun 2010, saya telah menanam pohon mangrove di sini,” kata Ady setelah menghadiri acara Tanam Mangrove bersama PWI Kepri dan mitra dari perusahaan Jepang, Ricoh Group, dan YL Forest Co. Ltd, pada Selasa (6/2/2024).

Bibit mangrove yang ditanam dalam acara PWI Kepri diambil dari bunga tanaman mangrove yang sudah berusia tiga tahun. Semua bibit berasal dari kebun mangrove miliknya sendiri.

Di kebun mangrove yang sudah berusia tiga tahun, Ady memperlihatkan calon bibit dari bunga yang tumbuh di batang mangrove. Calon bibit ini mirip dengan buah kacang panjang yang bergantung di pohon mangrove.

“Kita mengambil bunga yang jatuh sendiri ke tanah sebagai bibit untuk ditanam di tempat lain,” ujar Ady, yang juga Bendahara PWI Kepri.

Apa Keuntungan dari Penanaman Mangrove?

Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong
Kebun Mangrove berusia 14 tahun yang ditanam pada tahun 2010 (foto denni risman)

Meskipun tanam mangrove mungkin tidak memberikan keuntungan finansial langsung, namun penanaman ini memiliki manfaat yang besar bagi lingkungan.

Dikutip dari dlhk.bantenprov.go.id, hutan mangrove memiliki berbagai fungsi penting bagi kehidupan manusia, diantaranya:

* Menahan arus air laut yang dapat mengikis daratan pantai
* Menyerap gas karbon dioksida
* Menjadi tempat hidup bagi biota laut.

BACA JUGA: Dukungan Ricoh Jepang untuk Konservasi Mangrove: Kolaborasi dengan PWI Kepri di Pulau Bintan

Menurut Executive Director Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Rizal Algamar, hutan mangrove juga berfungsi sebagai benteng pertahanan terhadap risiko bencana alam dan sebagai mata pencaharian alternatif melalui pengembangan industri pariwisata.

Selain itu, lahan mangrove juga berperan dalam upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim dengan kemampuannya menyimpan karbon lebih banyak dibandingkan hutan tropis.

Sebagai penyimpan karbon, hutan mangrove memiliki peran yang sangat penting. Hutan mangrove di Indonesia diperkirakan menyimpan sekitar 3,14 miliar ton karbon, setara dengan sepertiga dari total karbon yang tersimpan di dunia.

Manfaat Lain dari Hutan Mangrove

Hutan mangrove juga memberikan manfaat lain:
1. Menumbuhkan pulau dan menstabilkan pantai.
2. Menjernihkan air dengan menangkap endapan dan membersihkan zat kimia
3. Berperan dalam rantai makanan di ekosistem laut.

Didukung oleh Ricoh Group Sejak 2010

Punya Lahan 100 Hektar, Tanam Durian? Mana Main! Tanam Mangrove Dong
Ady Indra Pawennari bersama mitra dari Jepang (dok PWI Kepri)

Upaya Ady Indra Pawennari bersama Komunitas Pecinta Mangrove Indonesia Provinsi Kepri mendapat perhatian dari perusahaan Jepang, Ricoh Group. Perusahaan ini telah mendukung aksi penanaman mangrove di Sungai Tiram, Bintan, sejak tahun 2020.

“Sejak tahun 2020, Ricoh Group telah aktif mendukung para pecinta mangrove Indonesia dalam upaya penanaman mangrove di berbagai lokasi, termasuk aksi yang diinisiasi oleh PWI Kepri hari ini,” ungkap Juru Bicara Ricoh Group, Mai Takahashi, di Bintan, Selasa (6/2/2024).

Menurut Juru Bicara Ricoh Group, Mai Takahashi, Ricoh Group secara rutin telah melakukan kegiatan penanaman mangrove di Indonesia, Jepang, dan Filipina, bersama komunitas pecinta mangrove setempat.

“Kami mendukung aksi ini karena menyadari dampak positifnya terhadap lingkungan. Mangrove tidak hanya berperan sebagai penyerap karbon dioksida (CO2), tetapi juga sebagai penyedia oksigen (O2) yang esensial bagi kehidupan dan ekosistem,” katanya.

Presiden Direktur YL Forest Co. Ltd, Naoto Akune, menjelaskan bahwa kegiatan penanaman mangrove di Pulau Bintan telah dimulai sejak tahun 2010 dengan konsep silvofishery yang menggabungkan budidaya udang dengan pelestarian mangrove.

Dengan adanya dukungan dari masyarakat setempat, proyek penanaman mangrove ini terus berkembang. Ini menjadi salah satu contoh nyata upaya melindungi lingkungan serta memberikan harapan untuk masa depan yang lebih baik. (denni risman)

Editor: Denni Risman

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp