
PASAMAN – Seminar Nasional Astronomi dan Geologi dalam rangka Pasaman Equator Festival berlangsung sukses dan meriah. Lebih dari lima ratus guru Fisika dan Geografi serta kepala sekolah hadir dengan antusias mengikuti seminar yang dihelat di lantai III Kantor Bupati Pasaman pada Jumat (22/3).
Bupati Pasaman, Sabar AS, yang juga membuka acara sekaligus menjadi keynote speaker, menyatakan bahwa potensi Pasaman sebagai destinasi wisata astronomi sangat besar dan harus dimaksimalkan untuk menambah daya tarik wisata serta mempercepat Pasaman sebagai tujuan wisata.
“Saat dilalui garis khatulistiwa, Pasaman memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi wisata alam astronomi yang harus dimaksimalkan,” ungkap Sabar AS.
Sabar AS menambahkan bahwa kehadiran para ahli astronomi dan geologi nasional di Pasaman adalah langkah positif dalam mengembangkan potensi alam Pasaman menjadi daya tarik wisata nasional.
“Dengan kehadiran para narasumber ahli ini, saya yakin potensi alam Pasaman mampu menjadi daya tarik nasional,” tambahnya.
Para guru diharapkan dapat menjadi duta dalam mempromosikan wisata edukasi astronomi ini kepada para pelajar di Pasaman dan luar Pasaman.
“Ke depan, para guru akan menjadi duta dalam pengembangan wisata astronomi di Pasaman,” harap Sabar AS.
Seminar tersebut dihadiri oleh para narasumber nasional yang sudah ahli, baik secara akademis maupun praktisi, tentang astronomi, geologi, planetarium, dan Observatorium.
Narasumber tersebut antara lain adalah ahli astronomi ITERA Lampung, Dr. Aji, pakar geologi ITERA, Yanda, pengelola Planetarium Imah Noong Bandung, Hendro Setyanto, dan penceramah planetarium Jakarta, Ronny Tsamara.
Seminar ini diselenggarakan menjelang waktu berbuka puasa dan berjalan meriah serta penuh makna. Para pendidik di Pasaman mendapat wejangan tentang astronomi dan geologi.
Potensi Pasaman yang dilalui garis khatulistiwa mendukung penampakan benda langit yang luas karena berada di tengah-tengah.
“Pemandangan langit di Bonjol akan lebih menarik dengan penampakan selatan yang lebih luas,” ungkap Dr. Aji, ahli astronomi ITERA Lampung.
Yanda, narasumber geologi, juga memaparkan potensi taman bumi Pasaman yang luar biasa dan berpotensi menjadi geopark berkelas dunia.
Hendro, pendiri Planetarium Imah Noong, bangga dengan potensi Pasaman dan langkah pengembangan yang dilakukan.
Sementara Roni Tsamara menyatakan bahwa Planetarium Equator Pasaman kedepannya akan menjadi satu-satunya di Pulau Sumatera dan dunia, yang berada di garis khatulistiwa, hal ini menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (taufik)




























