BATAM – Dalam era digital yang semakin maju, ancaman keamanan online semakin kompleks dan beragam. Salah satu bentuk serangan yang sering diabaikan, namun berpotensi merusak, adalah penipuan sniffing.
Penipuan sniffing merupakan taktik yang digunakan oleh penjahat cyber untuk mencuri informasi sensitif. Diantaranya kata sandi, nomor kartu kredit, atau informasi pribadi lainnya dengan cara memonitor atau ‘mengendus’ lalu lintas data yang melewati jaringan.
Penipuan sniffing, juga dikenal sebagai sniffing attac. Ini adalah teknik serangan yang memungkinkan penyerang untuk memata-matai atau ‘mengendus’ data yang sedang dikirim melalui jaringan komputer atau internet.
BACA JUGA: Rudi Ucap Terimakasih, Warga Batam Tumpah Ruah Hadiri Buka Bersama di Engku Putri
Penyerang menggunakan perangkat lunak khusus yang disebut sniffer untuk memantau lalu lintas data. Serta menangkap informasi sensitif yang dapat dieksploitasi.
Penipuan sniffing terjadi ketika penyerang berhasil menanamkan sniffer dalam jaringan yang ditargetkan. Baik melalui perangkat keras maupun perangkat lunak.
Berikut adalah beberapa ciri-ciri penipuan sniffing yang perlu diketahui untuk melindungi diri dari serangan semacam itu:
1. Aktivitas Jaringan yang Tidak Biasa: Termasuk lonjakan lalu lintas data yang tidak dapat dijelaskan.Koneksi yang tidak dikenal atau tidak sah, atau penggunaan bandwidth yang tidak wajar.
2. Perubahan dalam Kinerja Jaringan: Penipuan sniffing dapat menyebabkan penurunan kinerja jaringan secara keseluruhan, seperti penurunan kecepatan internet atau koneksi yang lambat tanpa alasan yang jelas.
BACA JUGA: Medco dan Pemkab Salurkan Paket Sembako untuk Warga Anambas dan Natuna
3. Kesalahan Akses atau Otorisasi yang Tidak Sah: Penipuan sniffing seringkali menyebabkan kesalahan akses atau otorisasi yang tidak sah pada berbagai layanan atau aplikasi.
4. Peringatan dari Perangkat Lunak Keamanan: Jika pengguna menerima peringatan dari perangkat lunak keamanan tentang aktivitas mencurigakan dalam jaringan, ini harus dianggap serius dan diteliti lebih lanjut.
5. Kehilangan Data atau Informasi Sensitif: Salah satu tanda yang paling jelas dari penipuan sniffing adalah kehilangan data atau informasi sensitif yang sebelumnya aman.
BACA JUGA: Pimpinan dan Anggota DPRD Batam Hadiri Buka Bersama di Lapangan Engku Putri
Untuk menghindari penipuan sniffing, beberapa langkah yang bisa diambil antara lain:
* Hindari menggunakan jaringan Wi-Fi publik tanpa VPN.
* Pastikan perangkat lunak selalu diperbarui.
* Gunakan VPN untuk mengenkripsi data Anda saat menggunakan jaringan.
* Periksa URL situs web yang dikunjungi.
* Hindari mengklik tautan atau lampiran dari email yang mencurigakan.
Dengan memahami ciri-ciri dan mengambil langkah pencegahan yang tepat, pengguna dapat melindungi diri mereka dari serangan penipuan sniffing yang berbahaya dalam dunia digital yang terus berkembang. (*)
Sumber: gridfame


























