Home Hukrim Dana CSR PT RAAI Miliaran Rupiah: Tidak Partisipatif, Transparan dan Akuntabel

Dana CSR PT RAAI Miliaran Rupiah: Tidak Partisipatif, Transparan dan Akuntabel

Bus yang diperuntukkan bagi kalangan pelajar dan anak-anak sekolah, yang berasal dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Riau Alam Anugerah Indonesia (PT RAAI) Karimun, kini tak tau lagi juntrungannya.(Foto: Istimewa)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Selama ini tidak sedikit PT Riau Alam Anugerah Indonesia (PT RAAI) Karimun, sudah menggelontorkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dalam jumlah besar, bahkan mencapai miliaran rupiah.

Namun faktanya, tuntutan dan ketidakpuasan masyarakat Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, masih saja terjadi.

Tokoh masyarakat Desa Pangke Barat, Bhakti menyebut, dana CSR bernilai miliaran rupiah tersebut mampu menjadikan peluang untuk disinergikan mendukung program peningkatan kesejahteraan dan penanggulangan kemiskinan.

“Mampu meningkatkan program CSR agar berjalan lebih baik, dimana perusahaan harus mendorong keterlibatan masyarakat sekitar dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi program CSR,” ungkap Bhakti, Sabtu (1/6/2024).

Untuk itu pihaknya meminta agar PT Riau Alam Anugerah Indonesia, terus meningkatkan kepuasan para penerima manfaat dengan penerapan program CSR yang partisipatif, transparan dan akuntabel.

“Sebab dana CSR yang digelontorkan tidak sedikit, bahkan ditaksir mencapai miliaran rupiah,” imbuhnya.

Setiap tahunnya, Bhakti mengatakan warga menerima bantuan dana CSR hanya Rp 750 ribu saja.

Untuk itu, warga juga mempertanyakan jumlah total keseluruhan dana CSR setiap tahunnya dari PT Riau Alam Anugerah Indonesia.

“Tidak ada keterbukaan dan transparansi dari pihak perusahaan, sangat tertutup. Pentingnya transparansi dalam upaya tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan,” tuturnya.

Diperparah lagi, masih kata Bhakti, terhitung sejak bulan Januari 2024, perusahaan yang beroperasi belasan tahun tersebut sudah tidak menyediakan sarana dan prasarana bagi masyarakat.

“Khususnya bagi para anak-anak sekolah (pelajar), biasanya terdapat angkutan bus, beasiswa hingga jaminan kesehatan,” beber Bhakti.(Aman)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026