Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Batam: Ditreskrimsus Polda Kepri Amankan Dua Tersangka

Pengungkapan Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi di Batam: Ditreskrimsus Polda Kepri Amankan Dua Tersangka
Direskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan 2 tersangka penyalahgunaan BBM Subsidi jenis bio solar (foto humas polda kepri)

BATAM – Dalam upaya memberantas mafia minyak dan migas, Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Bio Solar di Jl. Trans Barelang – Waduk Tembesi, Kota Batam. Dua orang tersangka berhasil diamankan dalam operasi tersebut.

Dirreskrimsus Polda Kepri Kombes Pol. Putu Yudha Prawira, didampingi oleh Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, Kasubdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Kepri Kompol Zamrul Aini, Kadis Perikanan Kota Batam Yudi Admajianto, Ketua DPD Kepri Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Distrawadi, Ketua Kelompok Nelayan Pulau Nguan, dan perwakilan nelayan dari Pulau Pengapit turut hadir dalam konfrensi pers, Rabu (12/6/2024).

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini adalah tindak lanjut dari laporan polisi Lp/A/8/V/2024/Spkt.Ditkrimsus/Polda Kepulauan Riau pada tanggal 17 Mei 2024, berdasarkan informasi masyarakat mengenai adanya penyelewengan BBM subsidi.

KPU KEPRI

“Kejadian bermula pada Kamis, 16 Mei 2024, ketika tim mendapatkan informasi tentang penjualan BBM Bio Solar subsidi untuk kendaraan alat berat (Excavator). BBM tersebut diperoleh dari seseorang dengan dokumen rekomendasi pembelian dari SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan) Pulau Setokok dan dijual kembali untuk mendapatkan keuntungan,” ungkap Kombes Pol. Putu Yudha Prawira.

Pada Jumat, 17 Mei 2024, sekitar pukul 08.00 WIB, tim membuntuti mobil Mitsubishi L300 berwarna biru yang diduga mengangkut BBM jenis solar dari SPBN Pulau Setokok.

Setelah mobil tersebut berhenti di lokasi Waduk Tembesi, tim segera melakukan pemeriksaan dan menemukan 20 jerigen berisi BBM jenis solar.

Mobil tersebut dikendarai oleh R. Dia mendapatkan BBM dari nelayan di Pulau Setokok menggunakan surat rekomendasi milik nelayan Pulau Pengapit yang dikuasai oleh NL.

Ditreskrimsus Polda Kepri berhasil mengamankan barang bukti berupa 420 liter BBM jenis bio solar dan satu unit mobil Mitsubishi L300

Selain itu ikut disita satu buku nota penjualan bio solar, satu STNK asli mobil Mitsubishi L300, satu fotokopi BPKB mobil Mitsubishi L300, satu handphone Redmi 9A, 20 jerigen, satu unit mobil Toyota Lite Ace, satu STNK asli mobil Toyota Lite Ace, satu lembar data penjualan bio solar bersubsidi di SPBN Setokok pada 16 Mei 2024. Serta 25 bundel surat rekomendasi nelayan untuk pembelian/pengambilan bio solar.

“Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Penyalahgunaan pengangkutan dan niaga BBM subsidi dapat dipidana dengan penjara hingga enam tahun dan denda hingga Rp60 miliar,” tutup Kombes Pol. Putu Yudha Prawira. (*/den)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO