WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Pelabuhan Bulang Linggi di Jalan Martadinata adalah salah satu Icon Kota Tanjunguban, Kecamatan Bintan Utara kembali dilanda banjir rob setinggi mata kaki. Kamis, (19/12/2024).
Banjir Rob dilokasi pelabuhan Bulang Linggi memang sudah menjadi langganan tahunan, namun banjir tahunan ini berbeda dengan banjir rob 5 tahun sekali.
Salah satu masyarakat Tanjunguban Rotal, banjir rob ini hanya genangan air setinggi mata kaki, sedangkan banjir rob 5 taun sekali dapat mencapai 1M atau sepusat orang dewasa.
“Kalau banjir ini masih setinggi mata kaki, sedangkan banjir rob 5 tahun sekali dapat mencapai sepusat orang dewasa, “katanya.
Menurut Rotal, Pelabuhan Bulang Linggi tepatnya disebut hanya pelantar, lantaran dimana di pelabuhan tersebut dikelilingi permukiman warga setempat.
Rotal juga mengatakan, Banjir rob ini sudah menjadi langganan, namun Pemerintah Daerah sampai saat ini belum ada membuat langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini.
“Harusnya sudah ada langkah yang tepat untuk mengatasi permasalahan ini, “tegasnya.
Menurut pengakuan rotal, Pemerintah Daerah harusnya sudah dapat menciptakan sebuah pelabuhan tersendiri, sehingga dapat dijadikan pelabuhan tersebut dapat dijadikan pelabuhan Internasional.
“Kalau Pemerintah membangun pelabuhan tersendiri dan dijadikan pelabuhan Internasional kan lebih dapat meningkatkan perekonomian dan UMKM di Bintan, “jelasnya.
Rotal berharap Pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk mengatasi permasalahan banjir rob yang pastinya sudah langganan tahunan di pelabuhan Bulang Linggi ataupun salah satu Lokasi Icon Kota Tanjunguban.
Pengirim: Agus Ginting.































